Kerugian Negara Proyek Tebing Rp 894 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menemukan kerugian negara pada proyek pengaman tebing Krueng Salamanga

Kerugian Negara  Proyek Tebing  Rp 894 Juta
Serambinews.com
Ruas jalan Desa Kulu, Kecamatan Kutablang, Bireuen, yang berada persis di bantaran Krueng Peusangan, ambruk ke sungai. Sehingga akses desa terancan putus, Senin (28/1/2019). 

BIREUEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menemukan kerugian negara pada proyek pengaman tebing Krueng Samalanga, Bireuen, sebesar Rp 894 juta. Dugaan korupsi para proyek tahun 2016 tersebut karena terjadi kekurangan volume pekerjaan dan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Dugaan korupsi karena hasil penyelidikan kami terjadi kekurangan volume pekerjaan dan tidak sesuai dengan spesifikasi. Untuk kerugian negara mencapai Rp 894 juta,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mochammad Jefrry SH MHum, melalui Kasie Intel Fakhrillah SH MH kepada Serambi, Jumat (1/2).

Dikatakan Fakhrillah, temuan kerugian negara yang mencapai Rp 894 pada proyek tersebut merupakan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Setelah turun hasil audit BPK RI, pihaknya kembali akan melakukan pemeriksaan tiga tersangka yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu dan akan meminta keterangan saksi-saksi lain untuk kelengkapan berkas perkara.

Sebelumnya, tambah Fakhrillah, pihaknya telah memeriksa tiga tersangka dugaan korupsi proyek pengaman tebing Krueng Samalanga. Ketiga tersangka yakni T Mahyuddin, pemilik perusahaan dan Nazaruddin sebagai Direktur Perusahaan PT Yedecober Jaya Abadi Lhokseumawe, juga Mulyadi Sulaiman ST MT sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari BPBD Bireuen.

Ketiganya merupakan tersangka dugaan korupsi pekerjaan atau proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga tahun 2016 tersebut, karena dinilai berperan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 894 juta.

Tersangka Baru
Pada kesempatan yang sama Fakhrillah mengatakan, kemungkinan akan ada tersangka lain pada dugaan korupsi proyek pengaman tebing Krueng Samalanga itu. Begitupun, pihaknya perlu mendalami kembali sejumlah alat bukti. “Terkait adanya tersangka lainnya, kami masih akan dalami dulu alat bukti untuk melakukan pemeriksaan tersangka baru nantinya,” ujar Fakhri. Diberitakan sebelumnya, Kejari Bireuen telah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pekerjaan atau proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga, Bireuen.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved