Luar Negeri

Kisah Gadis Jerman Bergabung Dengan ISIS di Suriah Saat Berusia 15 Tahun

Namun semuanya berubah setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melancarkan serangan dengan bantuan AS

Kisah Gadis Jerman Bergabung Dengan ISIS di Suriah Saat Berusia 15 Tahun
(AFP/DELIL SOULEIMAN)
Leonora, remaja berusia 19 tahun asal Jerman ketika berada di pos pemeriksaan milik Pasukan Demokratik Suriah di kawasan Baghouz pada 31 Januari 2019. Leonora mengaku ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan ISIS. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang remaja Jerman mengaku ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

"Saat itu, saya sedikit naif," ucap Leonora yang berusia 19 tahun setelah memilih mengungsi dari benteng terakhir ISIS di timur Suriah.

Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat ( AS) menggempur kantong pertahanan terakhir ISIS yang berbatasan dengan Irak, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Baca: Perkataannya Dinilai Menuduh Jokowi, Rachland Nashidik: Bicarapun Diatur Sekarang Ini

Tinggal di desa Baghouz, Leonora dan dua anaknya merupakan satu dari ribuan warga yang memutuskan pergi sepanjang pekan ini.

Dia mengisahkan pertama kali bergabung dengan ISIS pada usia 15 tahun.

Tiga hari kemudian, dia menikah dengan pria yang juga warga negara Jerman.

Dia mengaku merupakan istri ketiga dari anggota ISIS bernama Martin Lemke, yang lebih dulu mempunyai dua istri tatkala pindah ke Suriah.

Setelah ISIS menduduki sebagian besar Suriah dan Irak, Leonora berkata dia pertama kali tinggal di ibu kota Suriah Raqa sebagai ibu rumah tangga.

Baca: Babinsa Koramil Tapaktuan dan Dinas PU Atasi Longsor di Gunung Jambo Hatta

"Saya hanya di rumah. Memasak, membersihkan rumah, mencuci. Rutinitas seperti itu," tutur Leonora seperti dikutip AFP Sabtu (2/2/2019).

Awalnya, hidup di Raqa sangatlah indah.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved