Tafakur

Mengotori Diri

Setiap hari kita berjuang antara menjaga kesucian diri atau memperturutkan hawa nafsu demi keuntungan duniawi

Mengotori Diri
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syams: 9-10).

Setiap hari kita berjuang antara menjaga kesucian diri atau memperturutkan hawa nafsu demi keuntungan duniawi. Tak sedikit orang yang merasa puas bila memperoleh banyak keuntungan duniawi seperti uang dan harta benda, walaupun terkadang harus mengorbankan kesucian diri. Padahal itu kerugian besar karena sengaja mengotori diri.

Harus diakui memang tak ada yang terlepas dari kotoran dosa, tetapi kalau setiap hari berlomba untuk menambahkannya bukanlah perilaku yang diharapkan dari insan beriman. Apalagi bila berbuat demikian akan semakin membahayakan diri. Apalagi lazimnya terjadi, bila sengaja melakukan dosa terus-menerus, maka akan sulit kembali ke jalan yang benar. Seakan-akan jalan yang benar terasa asing dan sulit dilalui, sedangkan jalan yang sesat akan merasa terbantu dan mudah untuk dilalui.

Kotornya pola pikir seperti itu telah mewabah dalam berbagai sektor kehidupan dan sulit untuk dibersihkan. Misalnya, bila tidak memberi uang tambahan (sogokan) kepada seseorang yang telah digaji untuk mengurus suatu urusan umat, kita dianggap orang yang aneh, tak faham “aturan main”, tak pandai berterimakasih terhadap orang yang membantu, dan sejenisnya.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved