Organisasi Buruh Disuluh tentang Hak Disabilitas

Lembaga riset Natural Aceh melalui forum komunikasi berkebutuhan khusus ‘Young Women Unit’, mengadakan penyuluhan

Organisasi Buruh Disuluh  tentang Hak Disabilitas
Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa menerima lukisan yang diserahkan oleh salah seorang penderita disabilitas di sela-sela acara penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Olah Seni (GOS), Kota Takengon, Sabtu (14/1). SERAMBI/MAHYADI 

BANDA ACEH - Lembaga riset Natural Aceh melalui forum komunikasi berkebutuhan khusus ‘Young Women Unit’, mengadakan penyuluhan tentang hak-hak penyandang disabilitas dalam ketenagakerjaan, Kamis (30/1) di Hotel Lading Banda Aceh. Acara yang diikuti perwakilan organisasi buruh dan disabilitas itu bertujuan untuk menyosialisasikan hak-hak disabilitas dalam mengakses dunia kerja.

Untuk diketahui, hak-hak pekerja disabilitas dijamin dalam tiga Undang-Undang disabilitas yaitu konveksi hak-hak disabilitas, UU Nomor 8 Tahun 2016, dan Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2014. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarorganisasi buruh dan disabilitas.

Ketua Aliansi Buruh Aceh, Drs Syaiful Mar yang menjadi pemateri dalam sosialisasi itu mengatakan, Aceh sudah memiliki kebijakan yang prodisabilitas dalam Qanun Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2014. “Pemerintah wajib mempekerjakan disabilitas sebesar 2 persen atau 1/50 dan 1 persen atau 1/100 untuk perusahaan,” ujarnya, dan menyebut peserta sosialisasi itu juga akan beraudiensi ke pemerintah untuk menyampaikan masukan.

Irna Susrianti MSi selaku peneliti Natural Aceh menyampaikan bahwa peserta sepakat membentuk forum advokasi bersama untuk mengawal isu itu. Dikatakan, BPJS Ketenagakerjaan sendiri saat ini telah memiliki program ‘return to work’ yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. “Program ini memastikan komitmen perusahaan untuk tidak memecat pegawai yang kecelakan dan mengalami disabilitas,” ujarnya.

Sedangkan Natural Aceh sendiri memiliki program Bungkesmas yang menjamin santunan kecelakaan cacat sampai Rp 7,5 juta dan meninggal dunia Rp 20 juta untuk para anggotanya. “Program Natural Aceh ini sendiri hanya satu-satunya di Sumatera,” demikian Irna.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved