Panwaslih Sidangkan Kasus Caleg Perindo

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara, Jumat (2/1) sore kembali menggelar sidang kasus dugaan pelanggaran administrasi

Panwaslih Sidangkan  Kasus Caleg Perindo
ist
Ketua DPW Partai Perindo Aceh, Hamdani Hamid menyerahkan dokumen bacaleg kepada Sekretaris KIP Aceh, Darmansyah di Kantor KIP Aceh, Sabtu (14/7/2018). 

LHOKSUKON - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara, Jumat (2/1) sore kembali menggelar sidang kasus dugaan pelanggaran administrasi pemilu dengan terlapor Bustaman calon tetap anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Perindo daerah pemilihan (Dapil) Dua Aceh Utara. Sidang itu dipimpin Safwani SH didampingi empat komisioner Panwaslih Muhammad Nur Furqan dan Zulkarnaini.

Sidang itu juga dihadiri terlapor Bustaman dan pelapor Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwaslihcam) Kecamatan Matangkuli, yang terdiri Jauhari, Ibrahim Ali dan Juliadi. Bustaman dilaporkan Panwascam Matangkuli ke Panwaslih Aceh Utara pada Januari 2019 karena diduga masih menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Lawang Pirak Kecamatan Matangkuli.

“Temuan dugaan pelanggaran administratif pemilu ditemukan oleh Panwaslihcam Matangkuli, lalu dilaporkan kepada kita. Lalu pekan lalu kita mengadakan sidang perdana untuk pemeriksaan berkas. Setelah kita periksa berkas, temuan ini dapat dilanjutkan proses sidang selanjutnya,” ujar Safwani kepada Serambi kemarin.

Sedangkan sidang yang kedua beragendakan mendengar laporan yang dibacakan Panwalihcam Matangkuli. Materi laporan tersebut menguraikan tentang proses investigasi dari Panwaslihcam Matangkuli dalam menemukan dugaan perkara tersebut. Usai mendengar laporan tersebut, majelis persidangan memberikan kesempatan kepada terlapor untuk menanggapi laporan tersebut.

“Saya tidak tahu, bahwa untuk menjadi caleg harus mengundurkan diri dari jabatan kaur. Karena jabatan tersebut bukan di SK-kan bupati, tapi dari keuchik, dan saya tidak pernah dilantik seperti keuchik atau tuha peut, dan saya diangkat atas usulan masyarakat” ujar Bustaman. Ia mengaku kalau harus mengundurkan siap mengundurkan diri sebelumnya.

Disebutkan, dirinya kini juga sudah mempersiapkan surat pengunduran diri, tapi belum mengajukan ke keuchik dan pihak kecamatan, karena dirinya sudah dilaporkan ke Panwaslih Aceh Utara. “Sebelumnya saya tidak pernah meneken berkas amprahan jerih. Hanya kemarinmenekennya untuk barang bukti dalam perkara ini,” katanya.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved