Pos Blangpidie Terima 23 Sampul Tabloid Barokah

PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Blangpidie menerima 23 sampul yang dilaporkan berisikan tabloid Indonesia Barokah

Pos Blangpidie Terima 23 Sampul Tabloid Barokah
KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATIN
Tabloid Indonesia Barokah yang siap edar. (KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN) 

BLANGPIDIE - PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Blangpidie menerima 23 sampul yang dilaporkan berisikan tabloid Indonesia Barokah (Membumikan Islam Rahmatal Lil Alamin). Tabloid yang menghebohkan itu ditujukan ke pesantren, balai pengajian, dan masjid di Aceh Barat Daya (Abdya).

Kepala PT Pos Indonesia Cabang Blangpidie, H Muspiari saat dihubungi Serambi, Kamis (31/1), mengakui, pihaknya menerima 23 sampul yang dilaporkan berisikan tabloid Indonesia Barokah pada Senin (28/1) lalu. Dari 23 sampul berikan tabloid tersebut, 6 sampul di antaranya ditujukan kepada PT Pos Cabang Kuala Batee yang dikirim melalui PT Pos Cabang Blangpidie.

Tabloid dengan alamat pengirim di Pondok Melati, Bekasi tersebut ditujukan kepada pesantren, balai pengajian, dan masjid di wilayah kerja PT Pos Cabang Blangpidie dan PT Pos Indonesia Cabang Kuala Batee.

“PT Pos Cabang Manggeng barangkali juga ada menerima, tapi saya tidak tahu berapa sampul yang diterima mereka karena dikirim langsung,” kata Muspiari. Kepala Pos Indonesia Cabang Blangpidie ini menjelaskan, 23 sampul berisikan tabloid Indonesia Barokah itu belum sempat diantarkan ke alamat yang dituju. Alamat pesantren dan balai pengajian itu sendiri tertera jelas ditulis di sampul (amplop).

Sebab, berdasarkan perintah Kepala PT Pos Indonesia Tapaktuan ditegasjab bahwa, sampul yang yang dilaporkan berisikan tabloid Indonesia Barokah itu agar tidak dikirim ke alamat yang dituju, tapi harus dikembalikan ke PT Pos Tapaktuan. “Karena itu, seluruh sampul yang kita terima sudah kita kembalikan lagi ke PT Pos Tapaktuan dalam kondisi masih utuh,” terangnya.

Seperti diketahui, tabloid Indonesia Barokah menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Sebab, dari 16 halaman pada tabloid tersebut, ada tiga rubrik yang mendiskreditkan Capres-Cawapres, Prabowo-Sandi tanpa disertai verifikasi kepada pihak yang diberitakan.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved