Tindak Tegas Pembakar Lahan

DPRK Aceh Barat meminta Pemkab dan lembaga terkait di Aceh perlu melakukan terobosan dalam penanganan kebakaran hutan

Tindak Tegas Pembakar Lahan
SERAMBI/RIZWAN
PERSONEL TNI bersama Polri dan BPBD memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (30/1). 

* Untuk Mencegah Kembali Terjadinya Karhutla

MEULABOH - DPRK Aceh Barat meminta Pemkab dan lembaga terkait di Aceh perlu melakukan terobosan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi. Salah satunya dengan melakukan pemetaan lahan gambut dan pemberian sanksi tegas kepada pembakar lahan.

“Perlu dipetakan jumlah lahan gambut di Aceh Barat,” kata Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat, Tata Irfan kepada Serambi, Jumat (1/2).

Dijelaskan Tata, dengan adanya pemetaan maka pemerintah akan mengetahui jumlah dan lokasi lahan gambut serta siapa pemiliknya. Sehingga, pemerintah dapat melakukan pencegahan diri berupa imbauan kepada pemilik lahan gambut tersebut untuk tidak main bakar saat berkebun.

“Bila mereka membandel dan tetap main bakar lahan, tentu harus diambil tindakan tegas,” jelasnya. “Karena, persoalan karhutla yang kerap terjadi di Aceh Barat menjadi hal yang menyedot perhatian banyak pihak, lantaran khawatir kebakaran bisa meluas ke rumah penduduk,” imbuh dia.

Tata memaparkan, pemetaan itu akan memastikan sejumlah titik lahan gambut seperti di Kecamatan Johan Pahlawan yakni di Desa Suak Raya, Lapang, Leuhan, Suak Niee, dan Desa Seuneubo, sebagai daerah yang sering terjadi karhutla. Selain di Johan Pahlawan, lahan gambut juga terdapat sejumlah kecamatan lain seperti di Kecamatan Meureubo, Samatiga, serta Arongan Lambalek.

Menurut Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat itu, saat ini diketahui bahwa lahan yang sering terbakar merupakan lahan gambut alih fungsi ekses pembukaan perkebunan oleh warga. Oleh sebab itu, dia menekankan, agar Pemkab segera melakukan pendataan guna mengetahui lahan gambut yang rentan terbakar sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan. “Jadi, Pemkab perlu duduk bersama dengan lembaga terkait termasuk dari BPN serta pihak terkait lain untuk melakukan langkah dan terobosan. Apalagi kita ketahui Aceh Barat merupakan daerah terluas dengan lahan gambut,” pungkasnya.

Sudah Padam Total
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Dharmawan saat ditanyai Serambi, Jumat (1/2) kemarin, mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Johan Pahlawan sudah padam total. “Sudah padam total setelah hujan turun sejak Kamis pagi hingga malam hari,” ujarnya.

Diterangkannya, tim BPBD bersama TNI/Polri pada Jumat kemarin, juga sudah memantau perkembangan terbaru terhadap lokasi lahan gambut yang terbakar, dua hari lalu. Hasilnya, sebut dia, sejauh ini tidak ditemukan lagi kebakaran lahan. “Meski begitu, kami kembali menyampaikan larangan kepada warga untuk tidak bakar lahan ketika berkebun,” kata Dharmawan.

Sekretaris BPBD Aceh Barat itu menambahkan, jumlah lahan gambut yang terbakar masih seperti data sebelumnya yakni, seluas 7 hektare tersebar di tiga desa meliputi Desa Lapang, Suak Raya, dan Desa Leuhan, kesemuanya masuk dalam Kecamatan Johan Pahlawan.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved