Tongkol dan Emas Sumbang Inflasi

Pada Januari 2019 tongkol/ambu-ambu dan emas perhiasan menyumbang inflasi di Aceh dengan andil masing-masing 0,0671 persen

Tongkol dan Emas Sumbang Inflasi
SERAMBINEWS.COM
ikan tongkol 

BANDA ACEH - Pada Januari 2019 tongkol/ambu-ambu dan emas perhiasan menyumbang inflasi di Aceh dengan andil masing-masing 0,0671 persen, dan 0,0308 persen. Secara agregat untuk Aceh gabungan dari tiga kabupaten/kota (Banda Aceh, Meulaboh, dan Lhokseumawe) pada Januari mengalami inflasi sebesar 0,40 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin dalam Berita Resmi Statistik yang berlangsung di Aula BPS setempat, Jumat (1/2) menyampaikan, inflasi yang terjadi di Aceh disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen (IHK) untuk kelompok-kelompok pengeluaran, yaitu bahan makanan inflasi sebesar 1,71 persen. Pada kelompok pengeluaran ini tongkol memberikan andil dominan terhadap peningkatan IHK.

“Hal itu dipengaruhi oleh cuaca sehingga ikan tongkol harganya cukup tinggi, dan menjadi penyumbang inflasi yang cukup besar di Aceh. Mulai Desember 2018 hingga Januari 2019, nelayan masih sungkan melaut bahkan ada peringatan dari BMKG untuk sementara ini berhati-hati ke laut karena gelombang yang cukup tinggi,” terangnya.

Kelompok pengeluaran lainnya yang meningkatkan IHK yaitu sandang mengalami inflasi 0,39 persen. Pada kelompok ini, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,0308 persen. “Harga emas mengalami peningkatan sehingga juga menjadi penyumbang inflasi,” ujarnya.

Wahyudin menambahkan, sedangkan kelompok penyumbang deflasi pada Januari 2019 adalah kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,95 persen. Penyumbang utama deflasi adalah angkutan udara sebesar 0,1028 persen.

“November, Desember 2018 harga tiket naik, namun Januari 2019 ada kebijakan pemerintah yang meminta perusahaan penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat, dan pemerintah mengingatkan untuk menurunkan hingga 65 persen. Sehingga menjadi penyumbang deflasi pada Januari 2019,” sebutnya.

Kenaikan harga tiket pesawat pada Desember lalu juga berpengaruh terhadap penerbangan domestik yang mengalami penurunan 4,76 persen (m-to-m), sementara penerbangan internasional naik 31,21 persen (m-to-m).

“Hal itu karena harga tiket ke luar negeri jauh lebih murah dibanding domestik yang mencapai Rp 3 juta lebih/orang. Maka warga Aceh yang akan ke Jakarta saat itu lebih memilih via Malaysia baru ke Jakarta, karena harganya murah lebih 50 persen,” demikian Wahyudin.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved