Citizen Reporter

Berburu Kitab Murah pada Pameran Buku di Kairo

DI penghujung musim dingin kali ini, Kementerian Budaya Mesir kembali menyelenggarakan pameran buku

Berburu Kitab Murah pada Pameran Buku di Kairo
IST
MUHAMMAD SIDQI

OLEH MUHAMMAD SIDQI, alumni Dayah Jeumala Amal Luengputu, Pidie Jaya, sedang kuliah di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Mesir, melaporkan dari Kairo

DI penghujung musim dingin kali ini, Kementerian Budaya Mesir kembali menyelenggarakan pameran buku internasional berlabel Cairo International Book Fair (CBIF). Pameran itu berlangsung di Egypt International Exhibition Center (EIEC), Tajammu Khamis, Kairo, 23 Januari-5 Februari 2019.

Acara tersebut menyita perhatian banyak orang. Bahkan, jauh-jauh hari sebelum pameran tersebut dihelat, media-media internasional turut memberitakannya. Bagaimana tidak, pada tahun ini CBIF memasuki tahun ke-50. Sejak diinisiasi penyelenggaraannya pada tahun 1969 oleh Dr Suhair Al-Qalamawy, pameran ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Setiap tahun, jutaan orang ikut menyemarakkannya.

Saat ini, CBIF menjadi pameran buku terbesar di Afrika dan kedua terbesar di dunia setelah Jerman. Sebanyak 749 penerbit ikut serta dalam pameran buku tersebut. Dari jumlah itu, 579 di antaranya adalah penerbit dalam negeri (Mesir-red) dan sisanya adalah penerbit dari luar negeri seperti Jordania, Suriah, Lebanon, Aljazair, Maroko, Inggris, Amerika, Jepang, dan Yunani. Beragam jenis dan genre buku tersedia di sini, mulai dari buku turats (kitab kuning) hingga buku-buku kontemporer.

Pelaksaan Cairo International Book Fair (CIBF) membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai para penuntut ilmu. Ada banyak kemudahan yang bisa didapatkan. Jika di hari-hari biasa kami harus mengelilingi Kota Kairo terlebih dulu untuk mendapatkan buku-buku incaran, namun kali ini bisa didapatkan dengan mudah pada sejumlah stan penerbit yang ikut pameran tersebut.

Hal yang tak kalah menggembirakan adalah harga buku-buku yang ditawarkan pada pameran ini cenderung lebih murah dibanding hari-hari biasa. Anda tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan buku yang diinginkan. Ada banyak maktabah (penerbit) yang menawarkan diskon (potongan harga), seperti Al-Azhar Al-Syarif.

Amatan kami, Al-Azhar Al-Syarif merupakan stan yang paling banyak dikunjungi pembeli. Pasalnya, di stan tersebut kitab-kitab dibanderol dengan harga yang sangat miring, mulai dari 2 hingga 100 pound Mesir. Satu pound Mesir setara dengan 800 rupiah. Kemarin, kami juga menyempatkan diri untuk berburu kitab di stan tersebut. Hanya dengan menghabiskan 150 pound Mesir, kami sudah bisa membawa pulang belasan kitab berkualitas, antara lain karya Syekh Ahmad Ath-Thayyeb, Grand Syeikh Al-Azhar, dan Dr Muhammad Imarah, tokoh pemikir Islam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved