Premium Sering Kosong di Teunom

Masyarakat di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premiun

Premium Sering Kosong di Teunom
SERAMBI/RIZWAN
Kendaraan antrean di SPBU Suak Raya, Meulaboh, Aceh Barat.SERAMBI/RIZWAN 

* Sudah Berlangsung Sebulan

CALANG - Masyarakat di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premiun pada Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di kecamatan tersebut. Pasalnya, kelangkaan tersebut memaksa warga harus bertolak menuju ke Calang yang berjarak 34 kilometer lebih bila ingin mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

Informasi ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Teunom Raya, Anwar kepada Serambi, Sabtu (2/2), melalui sambungan telepon. Anwar mengungkapkan, kelangkaan premium tersebut sudah terjadi dalam kurun waktu satu bulan ini. Penyebabnya, karena stok BBM bersubsidi itu sering kosong di SPBU. “Sudah sangat lama premium sudah tidak ada lagi di Teunom, bahkan sudah sebulan ini tidak ada premium,” jelasnya.

Ia menerangkan, untuk bisa memperoleh premium, masyarakat harus pergi ke Calang, ibu kota Aceh Jaya yang jarak tempuhnya mencapai 25 menit. “Kami tidak tahu kenapa tidak ada premium dan kami juga tidak pernah tanya. Cuma, informasi yang kami peroleh minyak premium memang tidak ditebus lagi oleh SPBU kepada Pertamina,” terangnya.

Menurut Anwar, kelangkaan premium tersebut sangat menyusahkan masyarakat, khususnya warga kurang mampu mengingat harga premium lebih murah dibandingkan dengan BBM lain, sehingga masih terjangkau isi kantong. “Jadi, kami mengharapkan agar hal ini dapat segera diatasi. Bukan untuk kami saja, para nelayan yang juga menggunakan minyak tersebut juga dipersusah,” pintanya.

Hal senada dipaparkan Mukhlis, seorang nelayan di Teunom. Saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, Mukhlis mengungkapkan, kelangkaan premium itu sangat menggangu aktivitas para nelayan di wilayah tersebut. “Kami harus sering beli ke Calang karena di SPBU Teunom banyak tidak ada minyak (premium-red). Dalam sebulan kadang cuma sekali paling ada. Jadi, kami sangat susah kalau terus-terusan harus beli ke Calang,” ucap Mukhlis.

Menurut dia, bensin (premium) merupakan BBM alternatif dan kebutuhan utama para nelayan dikarenakan murah. Terlebih lagi, BBM bersubsidi itu memang diperuntukkan kepada para nelayan dan masyarakat miskin. “Kalau kami beli selain premium, itu mahal. Ini memang kami dipersulit, jadi tidak ada minyak murah untuk kami. Kenapa kami rakyat selalu jadi korban dan sulit mendapatkan BBM murah yang sebenarnya itu ada,” tutupnya.

Sementara itu, Sales Executive Retail VI Pertamina Aceh, Dimas Mulyo Widyo S yang dikonfirmasi Serambi, tadi malam, mengatakan, penyaluran BBM jenis premium kepada SPBU Teunom di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya lancar. “Enggak ada permasalahan. Memang kemarin, mungkin ada kebutuhan-kebutuhan dari nelayan untuk melaut,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan, jika penyaluran BBM jenis premium terhadap SPBU berjalan normal seperti biasa. “Intinya tidak ada kendala dalam penyaluran BBM untuk SPBU dari Pertamina,” tegasnya.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved