Puluhan Warga Abdya Terserang DBD

Puluhan warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD)

Puluhan Warga Abdya Terserang DBD
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
Petugas melakukan pengasapan atau fogging nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit DBD di Kecamatan Manggeng, Abdya. 

* Kebanyakan Anak-anak
* Di Kabupaten Abdya

BLANGPIDIE - Puluhan warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), sejak sebulan terakhir. Puluhan penderita DBD itu saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum daerah Teungku Peukan (RSUD-TP), Abdya.

Informasi yang dihimpun Serambi, Sabtu (2/2), mengungkapkan, bahwa kebanyakan dari warga yang terserang DBD ekses gigitan nyamuk Aedes aegypti itu adalah anak-anak. Namun begitu, kalangan dewasa dan orang tua juga banyak yang terserang penyakit berbahaya tersebut. “Iya, beberapa hari terakhir, pasien yang ditangani adalah penderita DBD,” ujar salah seorang sumber Serambi dari tenaga medis RSUD-TP, kemarin.

Dia membeberkan, para penderita DBD itu berasal dari Kecamatan Susoh, Lembah Sabil, Jeumpa, Blangpidie, dan Kecamatan Babahrot. Tapi, mayoritas pasien yang dirawat merupakan warga Kecamatan Susoh. “Pasien yang banyak itu dari Kecamatan Susoh,” sebutnya.

Meski begitu, paparnya, ada sebagian penderita yang sudah pulih sehingga diperbolehkan pulang. Hanya saja, imbau dia, sebelum semakin bertambah banyak jatuh korban, Pemkab Abdya melalui Dinas Kesehatan harus segera melakukan fogging (pengasapan) di Kecamatan Susoh dan sejumlah kecamatan lainnya yang rawan terserang DBD. “Fogging ini perlu dilakukan segera guna mengantisipasi bertambah banyaknya korban DBD,” tukasnya.

Data yang didapat Serambi menyebutkan, desa yang paling rawan terkena DBD di Kecamatan Susoh yaitu, Desa Padang Hilir, Desa Gadang, Desa Pante Perak, Desa Padang Baru, Desa Pinang, Desa Kepala Bandar, dan Desa Ladang. Sedangkan, di Kecamatan Babahrot, warga yang terkena DBD adalah, Desa Alue Jeurejak dan Desa Rukun Dame. Untuk wilayah Kecamatan Blangpidie, Desa Meudang Ara dan Desa Lhueng Tarok merupakan desa yang rawan DBD. Disusul Desa Alue Ramboet di Kecamatan Jeumpa dan Desa Ujung Tanah di Kecamatan Lembah Sabil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati SST MKes saat dikonfirmasi Serambi, Sabtu (2/2), mengaku, pihaknya telah menerima laporan terkait ada warga yang terserang DBD. “Iya, sudah kita terima laporan itu. Rencananya, Senin (besok-red) kita fogging, tapi karena ada acara maulid, paling telat Rabu (6/2), sudah kita fogging desa-desa yang warganya sudah terkena DBD,” ujar Safliati.

Safliati menjelaskan, pemicu timbulnya DBD adalah lingkungan yang kotor. Untuk itu, dia mengimbau, warga selalu menjaga lingkungan dan mempraktikkan pola ‘3M’, yakni menutup bak mandi agar tidak menjadi sarang nyamuk, menguras bak mandi setidaknya seminggu sekali, dan menimbun barang tidak terpakai seperti kaleng atau wadah kosong. “Pemicu DBD ini karena lingkungan yang kotor, sehingga dapat mempercepat pengembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Maka dari itu, jagalah kebersihan,” imbaunya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved