Chatuchak, Tempat Belanja Termurah di Asia

BANGKOK merupakan ibu kota dan kota terbesar di Thailand. Kota ini terletak di tepi barat Sungai Chao Pharaya

Chatuchak, Tempat Belanja Termurah di Asia
IST
FITRIANI YUSRA, Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

OLEH FITRIANI YUSRA, Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand

BANGKOK merupakan ibu kota dan kota terbesar di Thailand. Kota ini terletak di tepi barat Sungai Chao Pharaya, dekat Teluk Thailand.

Tahun ini saya punya kesempatan berlibur ke luar negeri, salah satunya ke Bangkok, Thailand. Awalnya tidak ada niat ke sini, kebetulan harga tiket lagi murah, saya bersama teman melanjutkan hingga ke negara yang identik dengan budaya dan patung Buddha ini.

Selama di sini, banyak hal menarik dan bahkan hampir mirip dengan beberapa tempat di Indonesia. Salah satunya adalah tempat perbelanjaan yang sangat murah. Jika di Yogyakarta ada Malioboro, di Bangkok ada Pasar Chatucak Weekend Market, tepatnya di Kamphaeng Phet 2 Road, Lat Yao, Chatuchak, Bangkok 10900, Thailand.

Perjalanan dari hotel tempat saya menginap ke pasar itu tidaklah terlalu jauh, hanya sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan menggunakan mobil.

Seperti namanya Chatuchak Weekend Market, pasar ini hanya dibuka pada saat akhir pekan, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, mulai dari pukul 08.30 hingga 18.00. Pasar ini juga bisa dikatakan pasar raksasa, karena memiliki 15.000 penjual dan terbagi atas 27 section.

Pasar ini menjual beragam barang dahamham, mulai dari tanaman, aksesori, kuliner, pakaian, hewan, dan lain-lain. Tenang saja, kita tidak akan tersesat, karena di sini kita akan mendapatkan denah atau peta.

Nah, pasar ini adalah surga dunia khususnya bagi para wanita karena barang seperti pakaian yang dijualnya sangat murah dan tak terkecuali kualitasnya yang superbagus. Harga yang ditawarkan hanya 100 sampai dengan 350 bath saja, jika harga satuan bajunya sekitar 200 bath, kalau di tempat kita hanya Rp100.000-an saja kita sudah mendapatkannya. 1 Bath Thailnad hanya Rp500 uang kita.

Barang dagangan yang ada di sini cukuplah bagus dan sangatlah menarik, terutama untuk para pengunjung, hampir semua barang yang mereka jual semuanya brand mereka sendiri dan mereka menjual dengan harga yang murah.

Teknik dalam membeli barang di sini sama seperti kita di Indonesia, yakni kita harus tawar-menawar agar kita bisa mendapatkan barang lebih murah lagi. Apalagi kita membeli barang lebih dari tiga di toko yang sama, pasti harga yang akan ditawarkan akan lebih murah lagi.

Di sini kami juga menikmati coconut ice cream yang sangat menyegarkan. Akan rugi sekali jika ke Chatuchak tidak menikmati kuliner yang satu ini, selain menyegarkan, ice cream ini juga sangat unik karena wadahnya langsung dari batok kelapa ditambah dengan toping-nya yang dihiasi beraneka kelapa juga. Harganya pun hanya 40 bath saja. Jadi, sekitar 20 ribuan saja kita dapat menikmatinya dengan puas.

Saya bersama teman saya memborong banyak sekali belanjaan di pasar ini, mulai dari pakaian dan juga barang-barang antik Thailand. Kami terus berkeliling di setiap section pasar itu dengan tanpa sedikit pun mengenal lelah. Jika berhenti untuk beristirahat saja sebentar rasanya kesalahan yang sangat besar, karena kami berkomitmen untuk menghabiskan ke-27 section itu dalam sehari. Lumayan kan, melihat barang murah dengan kualitas yang baik, pasti akan shock dan memaksa untuk memiliki. Hehehe.

Rasa lelah pun terganti dengan belanjaan yang sungguh banyak banget dong kan, secara di Indonesia kita tidak akan mendapatkan belanjaan bagus dengan harga yang murah. Section demi section yang kami kunjungi itu selalu menarik dan ingin sekali kami membeli.

Saya beserta teman saya sangat puas mengunjungi sekaligus berbelanja di tempat ini. Setelah belanjaan saya membeludak sampai tidak tahu harus diletakkan di mana lagi, giliran saya balik lagi ke penginapan. Semoga ke depan saya bisa balik lagi ke sini dan bisa berbelanja lebih banyak lagi.

Harapan saya setelah mengunjungi tempat ini, semoga Pemerintah Indonesia, khususnya Aceh, bisa menggegaskan pasar seperti ini di negara kita dengan lebih kreatif lagi, agar semua pengunjung atau turis mempunyai kesan yang lebih identik untuk mengunjungi negara kita.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved