Opini

Membenahi Politik Kamuflase

DALAM ajaran Islam, manusia secara global diklasifikasikan kepada tiga golongan; orang bertakwa, orang ingkar

Membenahi Politik Kamuflase
Tgk. H. Nuruzzahri (Waled Samalanga)

Kerja keras tersebut harus berada dalam dua kontrol di atas; tidak berbohong dan tidak menzalimi orang lain. Hasil dari kerja keras itu tidak bisa dibeli dengan harga apa pun, semuanya sesuai dengan hasil usaha yang diberikan Pemilik Kekuasaan. Sehingga setiap kandidat sadar; siapa yang terpilih, dialah yang lebih layak memangku jabatan tersebut.

Konsep di atas jika berhasil diimplimentasikan dalam konteks demokrasi kita, maka tidak ada lagi yang merasa bersalah dan disalahkan, karena dirinya menang atau kalah. Semuanya akan menerima dengan lapang dada saat melihat hasil akhirnya.

Kompetisi bersyariat
Dengan demikian, ada dua hal penting yang menjadi perhatian kita mewujudkan kompetisi bersyariat. Pertama, setiap caleg tidak perlu tampil dirinya sosok agamis di depan rakyat agar dianggap pro-agama. Apalagi menjadikan agama sebagai jembatan untuk kepentingan politiknya. Namun cukup menawarkan program-program kreatif dan inovatif yang memihak rakyat. Kemudian yakinkan pemilih bahwa kita layak menjadi wakil mereka.

Kedua, rakyat yang memilih perlu wawasan yang luas dengan bertanya kepada orang-orang yang lebih tau dan tidak ada kepentingan politik tentang calon pemimpin atau calon wakilnya yang ingin dipilih. Jangan termakan isu-isu hoaks, atau percaya tekanan pihak lain sehingga menghilang sikap demokrasi dalam menentukan pilihan. Pileh soe yang seunang, dan ikoet soe yang meunang.

Ketiga, jangan sampai “memberhalakan” kandidat tertentu, sehingga kita sampai mengharamkan memilih kandidat lain. Karena perkara halal dan haram itu hak prerogatif Tuhan. Kita hanya diberikan hak berikhtiar dan usaha, sedangkan iradah tetap milik Allah Swt. Semoga peutuah mita jabatan dengan agama hareum, dan peukong agama dengan politek wajeb menjadi gaya baru politik kita tahun ini. Semoga!

* Tgk. H. Nuruzzahri (Waled Samalanga), Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Ketua Mustasyar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), dan Pendiri STIS Ummul Ayman Pidie Jaya Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved