Produksi Semen Andalas Normal

Pabrik Semen Andalas di Lhoknga, Aceh Besar akan kembali berproduksi normal pada minggu ini

Produksi Semen Andalas Normal
IST
FARABY AZWANY, Communications dan Event Specialist PT Holcim Indonesia

* Pada Minggu Ini
* Pedagang Beli Semen Padang ke Krueng Geukuh

BANDA ACEH - Pabrik Semen Andalas di Lhoknga, Aceh Besar akan kembali berproduksi normal pada minggu ini, setelah gangguan di power plant nya dua pekan lalu, selesai diperbaiki. “Kita harapkan, gangguan lainnya tidak ada lagi, sehingga produksi dan pengiriman semen ke toko-toko bangunan di Banda Aceh, Aceh Besar, dan ke seluruh daerah, bisa lancar kembali,” kata Communications dan Event Specialis PT Holcim Indonesia, Faraby Azwany kepada Serambi, Minggu (3/2), di Banda Aceh.

Untuk menormalkan pengiriman semen itu, jelas Faraby, butuh waktu beberapa hari. Karena, pada saat mesin power plant dioperasikan kembali, penggilingan semen juga tidak bisa langsung maksimal, melainkan harus dilakukan secara bertahap.

Untuk itu, Faraby meminta, pedagang toko bangunan dan masyarakat bisa bersabar sedikit, jika distribusi semen belum lancar. “Kita upayakan pengiriman semen ke pasar terus dioptimalkan, agar stok semen kembali normal dan harga jualnya bisa normal lagi,” ucapnya.

Sementara itu, pedagang toko bangunan di Setui, Edy yang dikonfirmasi Serambi mengenai kondisi stok semen, Minggu (3/2), mengatakan, sampai kemarin, suplai semen andalas dari pabriknya di Lhoknga, Aceh Besar ke toko-toko bangunan belum lancar. Begitu juga pengiriman semen padang dari lokasi pengepakannya di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, masih tersendat dan antrian truk angkutan semen mencapai ratusan unit.

Untuk mengisi kekosongan stok semen di Banda Aceh, beber Edy, dirinya terpaksa mengalihkan pembelian semen padang ke Pelabuhan Krueng Geukuh sebanyak 1.500 sak, Jumat (1/2).

“Meski harus membeli sedikit lebih mahal dari di Banda Aceh, tapi karena tidak harus menunggu tiga sampai empat hari, pedagang toko bangunan di Banda Aceh dan Aceh Besar, sebagiannya lebih mengalihkan pembelian semennya ke Pelabuhan Krueng Geukuh,” ujar Edy.

Pada bagian lain, pedagang semen di Pasar Lambaro, Iwan mengatakan, permintaan semen di awal tahun 2019 sebenarnya belum meningkat alias masih normal. Tapi, karena order semen yang dipesan toko bangunan tidak sanggup dipenuhi distributor dan pabrik semen yang ada di Aceh Besar, maka stok semen menjadi langka di pasaran.

“Kenapa kami katakan seperti itu, karena paket proyek fisik yang bersumber dari dana APBN, APBA, dan APBK, pada Januari dan Februari ini, masih dalam proses tender. Kegiatan pekerjaan fisiknya baru akan dilakukan pada bulan Maret dan April nanti,” ujarnya.

Langkanya semen di pasar, ulas dia, karena Pabrik Semen Andalas PT Holcim Indonesia yang menguasai 70 persen market semen di Aceh, mengalami gangguan pada power plant, sehingga mengganggu prosesn produksi. Sedangkan, pengantongan semen padang yang terdapat di Silo Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar, dikabarkan sering macet sehingga pendistribusian semen dari distributor ke kepada toko bangunan pun jadi tidak lancar. Eksesnya, stok semen di toko bangunan pun berkurang sehingga menjadi barang langka.

Untuk itu, Iwan dan Edy menyarankan, setelah Semen Andalas nanti kembali berproduksi normal, pihak perusahaan diminta berlaku adil dalam pemenuhan order semen dari distributor dan toko bangunan. “Lakukan pembagian distribusi secara proporsional dan profesional, dengan tidak memihak kepada dua atau tiga distributor saja. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian semen andalas ke pasar bisa cepat normal,” tutup Edy.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved