Bank Aceh Prioritas Usaha Produktif

Untuk meningkatkan jumlah penyaluran dana pembiayaan (kredit) sektor usaha produktif, Bank Aceh Syariah

Bank Aceh Prioritas Usaha Produktif
HAIZIR SULAIMAN, Direktur Bank Aceh Syariah

* Segera Buka Pusat Pelayanan UKM

BANDA ACEH - Untuk meningkatkan jumlah penyaluran dana pembiayaan (kredit) sektor usaha produktif, Bank Aceh Syariah dalam waktu dekat ini akan membuka pusat pelayanan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UKM).

Pembukaan pusat pembiayaan kredit UKM itu menyikapi permintaan publik dan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar dana pihak ketiga yang diperoleh Bank Aceh, harus lebih banyak disalurkan ke sektor usaha produktif.

Direktur Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman kepada Serambi, Selasa (5/2) mengatakan, dari Rp 13 triliun dana pembiayaan yang sudah dikeluarkan, untuk sektor produktif baru sebesar 10 persen atau senilai Rp 1,3 triliun. Rendahnya penyaluran ke sektor usaha produktif, bukan kemauan pihak manajemen Bank Aceh Syariah, tapi konsumen Bank Aceh banyak dari sektor konsumtif, diantaranya PNS.

Karena itu, Haizir mengatakan mulai tahun 2019 ini, pihaknya akan mulai membuka pusat layanan penyaluran pembiayaan (kredit) kepada UKM. Penyaluran dana pembiayaan ke sektor produktif itu diharapkan bisa meningkat menjadi 20 persen, atau senilai Rp 2,6 triliun.

Untuk itu, Haizir meminta kepada Kantor Cabang maupun Cabang Pembantu Bank Aceh Syariah di seluruh daerah, agar fokus ke penyaluran pembiayaan usaha produktif. Untuk sektor konsumtif tetap dibuka, tapi lakukan secara selektif agar dana pihak ketiga bisa digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kegiatan UKM, dalam rangka menurunkan penduduk miskin.

Dikatakan, Pemerintah Aceh selaku pemegang saham mayoritas Bank Aceh Syariah, melalui Plt Gubernur sudah meminta pihak Komisaris dan Direksi Bank Aceh, mulai tahun 2019 ini, memfokuskan pelayanan pembiayaan usahanya ke sektor produktif.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, banyak usaha sektor produktif yang bisa dibiayai Bank Aceh Syariah, mulai dari produksi kerajinan, pembukaan lokasi wisata, telekomunikasi, kafe, perhubungan, transportasi, perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan jasa usaha lainnya.

UKM yang telah dibina SKPA, kata Nova, supaya dilanjutkan penguatan modalnya oleh Bank Aceh Syariah. Hanya melalui penguatan modal dan pengelolaan manajemen usaha, usaha lokal bisa tumbuh dan berkembang serta mampu bersaing dengan usaha dari luar.

Dalam pemberian pembiayaan dana usaha, ujar Plt Gubernur, menggunakan sistem bagi hasil yang ringan, jangan memberatkan penerima kredit. Kalau itu terjadi, sampai kapan pun usaha sektor produktif kita tidak akan bangkit.

Persyaratan untuk mendapatkan dana pembiayaan usaha produktif, diberikan keringanan, agar pengusaha UKM di Aceh, yang akan mendapat dana pembiyaan cukup banyak. “Kita tidak ingin kuantitas, tapi kualitas. Makanya perlu pengawasan dan pembinaan manajemen pengelolaan usaha. Tujuannya, agara UKM di Aceh cepat berkembang dan penduduk miskin serta pengangguran pada akhir tahun nanti bisa menurun drastis,” jelas Nova Iriansyah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved