Salam

Menunggu Geliat KEK Arun

CALON Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno dalam orasinya di hadapan pendukungnya

Menunggu Geliat KEK Arun
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

CALON Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno dalam orasinya di hadapan pendukungnya di Stasion Premium Cafe Lhokseumawe, Sabtu (2/2) malam, berharap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe-Aceh Utara segera terwujud untuk kemajuan perekonomian Aceh.

Sebetulnya, KEK Arun Lhokseumawe yang lahir berdasarkan PP No.5 Tahun 2017 sudah terwujud, bahkan sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 14 Desember 2018. Hanya saja, sejauh ini belum terdengar dan terlihat geliat operasionalnya secara kasat mata, yang memang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh.

KEK Arun Lhokseumawe terbentuk dari konsorsium beberapa perusahaan eksisting, yaitu PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pelindo 1, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). KEK ini fokus pada beberapa sektor, yaitu; energi, petrokimia, agro-industri pendukung ketahanan pangan, logistik, serta industri penghasil kertas kraft.

Seiring dengan itu, infrastruktur logistik yang sudah ada juga dikembangkan untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas (migas), petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar Internasional.

Hal tersebut memang memungkinkan, karena KEK Arun Lhokseumawe bertumpu pada lokasi geografis Aceh yang dilintasi oleh Selat Malaka dan mempunyai keunggulan komparatif untuk menjadi bagian dari jaringan produksi global.

Selain itu, KEK Arun Lhokseumawe berpotensi menjadi satu ekosistem perairan yang kaya dan produktif dan memungkinkan menjadi basis pengembangan industri perikanan tangkap. Dengan potensi yang dimiliki, KEK Arun Lhokseumawe juga akan menjadi kawasan basis industri pertanian dengan dukungan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, minyak atsiri, dan lain-lain.

KEK Arun Lhokseumawe akan berkembang bersamaan dengan pengembangan wilayah beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan melalui revitalisasi ekonomi laut jalur sutra (Maritime Silk Road). Dengan potensi dan peluang yang dimiliki, KEK Arun Lhokseumawe diproyeksikan akan mencapai nilai investasi sebesar USD 3,8 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang pada 2021 nanti.

Dengan demikian, apa yang menjadi harapan capres Sandiaga Uno terkait KEK Arun Lhokseumawe ini, memang sedang diwujudkan. Terlebih kita mendengar bahwa investasi KEK Arun Lhokseumawe sudah dimulai dengan pembangunan pabrik pupuk NPK, dengan nilai investasi sebesar Rp 1,6 triliun oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Artinya, jika semua berjalan normal sesuai dengan rencana-rencana yang telah dicanangkan, kita merasa optimistis bahwa KEK Arun Lhokseumawe akan benar-benar eksis ke depan. Bahkan, bukan tidak mungkin, prediksi-prediksi yang menyebutkan bahwa KEK Arun Lhokseumawe akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Aceh akan benar-benar terwujud ke depan.

Kita tunggu. Semoga!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved