PSDKP Tangkap Dua Unit Kapal Nelayan Malaysia, 9 Orang Ditahan di Lampulo

“Sedangkan sotongnya masih bagus, tapi kalau tidak dipindahkan ke ruang pendingin, akan busuk juga,” kata Kadis DKP Aceh

PSDKP Tangkap Dua Unit Kapal Nelayan Malaysia, 9 Orang Ditahan di Lampulo
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis DKP Aceh, Cut Yusminar, bersama staf sedang perlihatkan sotong tangkapan kapal nelayan Malaysia, yang sudah di tahan PSDKP, Rabu (6/2/2019) di PPS Lampulo, Banda Aceh. 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkantor di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaradja, Lampulo Banda Aceh, pada hari Sabtu (2/2/2019) menangkap dua unit kapal nelayan Malaysia, karena menangkap ikan masuk ke dalam wilayah perairan Indonesia.

“Dua unit kapal nelayan Malaysia itu ditangkap, pertama karena menjaring ikan di wilayah perairan Indonesia dan kedua menggunakan pukat trol yang dilarang di Indonesia untuk digunakan menangkap ikan di laut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Cut Yusminar kepada Serambinews.com usai meninjau dua unit kapal nelayan Malaysia yang kini ditahan di PPS Kutaradja Lampulo, Rabu (6/2/2019).

Baca: Asam Lambung Naik Tiba-tiba? Coba 5 Bahan Alami Ini Untuk Meredakan Sakit Lambung

Menurut laporan Kepala PSDKP Basri kepada Kepala DKP Aceh, kedua unit kapal nelayan tersebut ditangkap, pada saat Kapal Patroli Hiu 12, pada hari Sabtu (2/2/2019) siang melakukan patroli laut di kawasan perairan Selat Malaka, antara perairan pulau Sumetara wilayah timur - utara dengan Malaysia.

Kapal patroli tersebut milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dioperasionalkan PDSKP Perwakilan Aceh,

Petugas Kapal Patroli Hiu 12, melihat dua unit kapal tangkap ikan nelayan Malaysia, berawak 9 orang Thailand, telah memasuki wilayah perairan Indonesia. Melihat kedua kapal nelayan Malaysia itu telah masuk ke wilayah perairan Indonesia, Kapal Patroli Hiu 12, langsung merapat dan memberikan peringatan kepada kedua kapal itu, tidak melarikan diri dan segera menyerah.

Baca: Jalani Pemulihan Cedera Bahu, Marc Marquez Cerita soal Penderitaannya Jalani Pemulihan Cedera

Pada hari itu juga, kedua unit kapal nelayan Malaysia itu diamankan petugas PSDKP, tapi pada saat kapalnya mau dibawa ke PPS Lampulo, kedua kapalnya kehabisan bahan bakar.

Kapal Patroli Hiu 12, harus mengambil bahan bakar solar kembali ke daratan, setelah itu baru membawa kapal tersebut, ke PPS Kutaradja Lampulo, pada hari Rabu (6/2/2019).

Isi kapal nelayan malaysia itu, ikan dan sotong. 

Ikan hasil tangkapan yang terdapat dalam puluhan tong besar, banyak yang sudah busuk, karena sudah berada 3 hari di laut, sedangkan freezer atau alat mesin pendinginnya sudah mati.

Baca: VIDEO - Menjaring Ikan Segar Melalui Tradisi Tarek Pukat Nelayan di Aceh Barat

“Sedangkan sotongnya masih bagus, tapi kalau tidak dipindahkan ke ruang pendingin, akan busuk juga,” kata Kadis DKP Aceh.

Saat ini kesembilan orang awak kapal, kata Basri, sudah di pindahkan untuk ditahan di kantor PSDKP PPS Lampulo guna dilakukan pemberkasan perkaranya.

Nantinya kasus tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk untuk diproses atas pelanggaran batas negara yang dilakukan oleh 9 orang awak kapal nelayan Malaysia.(*)     

Penulis: Herianto
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved