Semen Masih Langka di Sejumlah Wilayah

Pasokan semen ke sejumlah wilayah Aceh dilaporkan masih tersendat. Sedangkan di Banda Aceh dan sekitarnya

Semen Masih Langka di Sejumlah Wilayah
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Semen Andalas 

BANDA ACEH - Pasokan semen ke sejumlah wilayah Aceh dilaporkan masih tersendat. Sedangkan di Banda Aceh dan sekitarnya, hingga Selasa kemarin bahan bangunan tersebut semakin sulit ditemukan, atau kalaupun ada harganya sudah gila-gilaan.

Penelusuran Serambi di Banda Aceh dan sekitarnya, semen semakin langka di toko-toko bahan bangunan. Salah satu penyebabnya karena PT Holcim Indonesia yang memproduksi semen di Lhoknga, Aceh Besar dilaporkan masih terganggu produksinya karena pembangkit listrik (power plant) belum normal. Namun laporan ini belum berhasil dikonfirmasikan. Begitu juga semen Padang, masih tersendat.

“Kalau pun di beberapa toko bahan bangunan masih ada stok, harganya sudah mencapai Rp 70.000/zak untuk semen Andalas,” kata seorang warga Banda Aceh.

Di Aceh Barat Daya (Abdya), krisis semen, baik semen Andalas maupun semen Padang masih berlanjut hingga Selasa kemarin. Beberapa pemilik toko bahan bangunan di Blangpidie dan Susoh yang dihubungi Serambi menjelaskan kelangkaan stok semen Andalas yang terjadi sejak akhir Januari lalu hingga sekarang belum teratasi. Padahal semen Andalas menjadi pilihan utama masyarakat.

H Afrul, pedagang semen di Padang Hilir, Susoh mengaku tidak memiliki stok semen Andalas sejak beberapa hari belakangan. Menurut informasi, truk pengangkut semen dari Lhoknga dijadwalkan tiba di Abdya, Rabu (6/2).

Sedangkan persediaan semen Padang di toko milik H Afrul juga sangat terbatas. Permintaan yang bisa dilayani hanya untuk beberapa zak, dijual Rp 56.000/zak terima di tempat pemesan.

Toko Rezeki Kita di Blangpidie juga tidak memiliki stok semen Andalas produksi PT Holcim Indonesia di Lhoknga setelah pasokan terhenti sejak akhir Januari lalu. Toko bahan bangunan di Jalan H Ilyas ini, hanya tersedia semen Padang, dilepas seharga Rp 56.000/zak.

Sementara di Toko Sebab Jasa di Blangpidie hanya tersedia semen Andalas dalam jumlah sangat terbatas. Permintaan yang dilayani sebatas lima zak dan 10 zak, dijual Rp 57.000 per zak.

Merek Garuda
Di tengah masih tersendatnya distribusi semen Andalas dan semen Padang, tiba-tiba sejak Minggu (5/2) semen Garuda dari Pulau Jawa beredar di Meulaboh, Aceh Barat namun harga jualnya mencapai Rp 58.000/zak isi 40 kilogram.

Amatan Serambi, semen Garuda yang sebelumnya bernama semen Gresik dijual di dua toko bahan bangunan di Jalan Singgahmata II Meulaboh. Selain itu, semen Andalas sejak kemarin mulai beredar di toko-toko bahan bangunan di Meulaboh setelah sempat kosong. Demikian juga semen Padang dari Sumatera Barat juga berangsur normal yang dijual Rp 58.000/zak.

Beberapa toko bahan bangunan ditanyai kemarin mengakui stok semen sudah normal kembali di Meulaboh. Jenis semen yang dijual kini sebanyak tiga merek yakni semen Garuda, semen Padang, dan semen Andalas. “Kalau harga dijual sama semua berkisar Rp 58.000/zak,” kata Hamidi, seorang pedagang bahan bangunan.(nun/riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved