Disebut Gajah Tertua di Asia, Nenek Gajah di India Ini Mati di Usia 88 Tahun

Seekor gajah yang disebut tertua di Asia dilaporkan mati dalam usia 88 tahun di Negara Bagian Kerala, India.

Disebut Gajah Tertua di Asia, Nenek Gajah di India Ini Mati di Usia 88 Tahun
AFP/STR
Dalam foto yang diambil pada 18 April 2016, seekor gajah bernama Dakshayani mendapat gelar sebagai Nenek Gajah. Dakshayani meninggal dalam usia 88 tahun pada Selasa (5/2/2019).(AFP/STR) 

SERAMBINEWS.COM. NEW DELHI - Seekor gajah yang disebut tertua di Asia dilaporkan mati dalam usia 88 tahun di Negara Bagian Kerala, India.

Mendapat gelar Gaja Muthassi (Nenek Gajah), Dakshayani ambil bagian dalam ritual maupun prosesi kuil selama beberapa dekade.

Menurut keterangan dokter bedah hewan yang menanganinya, Dakshayani mengembuskan napas terakhir pada Selasa (5/2/2019) setelah dia menolak untuk makan.

Dikutip AFP Rabu (7/2/2019), Dokter T Rajeev berkata, pukul 15.00 waktu setemmpat tiba-tiba badan Dakshayani menggigil dari ujung kaki hingga kepala.

"Beberapa menit kemudian, dia mulai menekuk kakinya dan berbaring. Sesudah itu dia mati," ujar Rajeev mengenang momen terakhir itu.

Dewan Travancore Devaswom selaku pemilik Dakshayani menuturkan, usia gajah yang hidup dalam penangkaran tersebut adalah 88 tahun.

Jika benar, maka Dakshayani bakal mengungguli Lin Wan, gajah Asia lain yang mati dalam usia 86 tahun di Kebun Binatang Taiwan pada 2003 silam.

AFP memberitakan, gajah yang hidup dalam penangkaran mempunyai rata-rata usia harapan hidup hingga lebih dari 40 tahun.

Rajeev mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir pihaknya memberi nanas serta wortel sebagai program diet Dakshayani untuk meningkatkan metabolismenya.

"Selama tiga tahun terakhir, dia sudah tidak lagi berpartisipasi dalam kegiatan maupun ritual kuil. Mungkin karena penglihatannya mulai menurun," terangnya.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved