Opini

Menyoal Minat Baca Mahasiswa

SAAT ini cukup banyak informasi yang kita peroleh di media, baik melalui koran, televisi, dan media sosial (medsos)

Menyoal Minat Baca Mahasiswa
SERAMBINEWS.COM/NURNIHAYATI
Gerakan membaca 

Oleh Murni

Membaca merupakan sebuah proses yang kompleks, tetapi setiap aspek yang ada selama proses membaca juga bekerja dengan sangat kompleks. (Paul C. Burns dkk)

SAAT ini cukup banyak informasi yang kita peroleh di media, baik melalui koran, televisi, dan media sosial (medsos) yang menginformasikan bahwa Indonesia adalah satu negara yang paling kurang minat membaca buku. Sungguh menyedihkan memang dengan situasi seperti ini, sehingga muncullah pegiat literasi yang berupaya meningkatkan minat baca buku oleh warga Indonesia seperti, membuka perpustakaan keliling, perpustakaan di rumah, bahkan yang lebih hebat ada perpustakaan digital.

Mengutip tulisan “Kampus dan Budaya Literasi” oleh Prof Dr Ir Samsul Rizal MEg (Serambi, 28/1/2019) yang menyebutkan, “sebagai institusi kampus harus memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat budaya literasi civitas akademikanya. Oleh karena itu, penguatan unit perpustakaan serta ketersediaanya akses sumber literasi ilmiah menjadi sebuah keniscayaan”. Mahasiswa harus memperkuat diri dengan banyak membaca buku dan dalam membuat tugas-tugas kuliah dengan banyak membaca buku dari berbagai literatur sebagai referensi untuk memperkaya diri dengan berwawasan luas.

Hasil pengamatan saya, mahasiswa sebelum masuk kuliah lebih banyak memegang handphone daripada memegang buku. Seharusnya, sebagai mahasiswa memiliki aktivitas yang intens dalam membaca buku, menulis, meneliti, berdiskusi, berorganisasi, belajar dan menjadi insan akademis yang gemar belajar selama menuntut ilmu di perguruan tinggi, namun tidak semua mahasiswa melakukan aktivitas tersebut melainkan melakukan aktivitas bersenang-senang sesama kawannya. Namun saya sebagai Dosen selalu memotivasi mahasiswa untuk gemar membaca buku di manapun mereka berada tanpa terbatas ruang dan waktu. Lalu apa manfaat membaca buku bagi mahasiswa?

Pentingnya membaca
Menurut Gray & Rogers (1995: 132) seperti dikutip oleh Supriyono (1998: 3), dengan membaca mahasiswa mendapatkan beberapa manfaat di antaranya: Pertama, meningkatkan pengembangan diri. Dengan membaca seseorang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Sehingga daya nalarya berkembang dan berpandangan luas yang akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Seorang pustakawan harus banyak membaca untuk mengembangkan prestasi dan meningkatkan karier mereka.

Kedua, memenuhi tuntutan intelektual. Dengan membaca buku, pengetahuan bertambah dan perbendaharaan kata-kata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual. Ketiga, memenuhi kepentingan hidup. Dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan membaca cara perawatan buku, maka akan diperoleh pengetahuan perawatan buku.

Keempat, meningkatkan minatnya terhadap suatu bidang. Seseorang yang senang buku internet misalnya dengan makin membaca buku-buku tentang internet, minatnya akan meningkatkan untuk mempelajarinya lebih mendalam. Dan, kelima, mengetahui hal-hal yang aktual. Dengan membaca seseorang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi, misalnya adanya gempa bumi, banjir, kebakaran dan peristiwa wayang lain.

Manfaat dari membaca buku memiliki empat hal bagi pendidikan kesehatan, yaitu: Pertama, melatih otak. Dengan membaca buku yaitu sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut untuk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang semakin cerdas. Namun untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.

Kedua, meringankan stres. Stres adalah faktor risiko dari beberapa penyakit berbahaya. Keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap tepat untuk mengatasi stress.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved