Berkas Kasus Suntik Dilimpahkan

Polres Aceh Barat pada Kamis (7/2) kemarin, melimpahkan berkas perkara tahap pertama kasus meninggalnya

Berkas Kasus Suntik Dilimpahkan
SERAMBI/RIZWAN
DUA honorer RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat setelah ditetapkan tersangka dalam kasus kematian bocah di rumah sakit usai disuntik, Kamis (17/1). 

* Ke Kejari Aceh Barat

MEULABOH - Polres Aceh Barat pada Kamis (7/2) kemarin, melimpahkan berkas perkara tahap pertama kasus meninggalnya pasien Alfa Reza (11) usai tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sedangkan, dua tenaga medis honorer dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni, Erwanty (29) dan Desri Amalia (23) masih ditahan di Mapolres setempat.

“Berkas perkara tahap pertama sudah kami serahkan ke jaksa tadi (kemarin-red),” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK kepada Serambi, kemarin.

Kasat Reskrim menyebutkan, dalam kasus itu jumlah tersangka sejauh ini masih dua orang. “Terkait apakah ada tersangka lain, tentu akan dilihat kembali dalam penelitian berkas oleh jaksa. Jadi, kita tunggu saja petunjuk dari jaksa,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat, Kamis (17/1) sore, resmi menahan dua tenaga medis honorer yang bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh dalam kasus meninggalnya pasien Alfa Reza (11) seusai disuntik. Kedua honorer yang merupakan perawat piket pada malam peristiwa itu terjadi, yakni Erwanty AMdKeb (29) dan Desri Amalia AMdKep (24), juga ditahan setelah sebelumnya ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Hasil penyidikan diketahui kalau kedua perawat tersebut memiliki peran berbeda. Erwanty berperan sebagai orang yang menyuruh menyuntik pasien Alfa Reza. Sedangkan Desri Amalia perawat yang melakuka penyuntikan. Sebelum menetapkan tersangka, polisi memeriksa sejumlah pihak terkait, seperti perwakilan rumah sakit, keluarga korban, saksi ahli, dan hasil laboratorium dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh. Barang bukti yang disita berupa tiga alat suntik yang digunakan tersangka untuk menginjeksi korban dan satu botol obat. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 84 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan juncto Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasus itu sendiri bermula saat pasien bedah bernama Alfa Reza (11), bocah asal Aceh Barat meninggal dunia pada 20 Oktober 2018 sekitar pukul 00.30 WIB, setelah disuntik petugas medis di RSUD Cut Nyak Dhien. Kabar meninggalnya Alfa Reza itu merebak cepat. Apalagi, ayah pasien bernama Suwardi sempat meluapkan emosinya dengan memecahkan kaca ruang rawat anak rumah sakit tersebut.

Selain Alfa Reza, kasus yang sama ternyata juga menimpa Ajrul Amilin (15). Bocah asal Pasie Teubee, Aceh Jaya yang menjalani perawatan pascaoperasi usus buntu itu juga mengembuskan napas terakhir setelah disuntik oleh tenaga medis di RSUD Cut Nyak Dhien. Namun, pihak keluarga tidak melaporkannya ke polisi, tapi langsung membawa pulang jenazah Ajrul ke rumah mereka.

Pada bagian lain, Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIKm menjelaskan, kedua tersangka dalam kasus meninggalnya Alfa Reza usai disuntik di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh hingga kini masih ditahan di sel Mapolres setempat. Penahanan dilakukan hingga 20 hari ke depan, terhitung sejak pertama mereka ditetapkan sebagai tersangka.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved