Ika, Gadis Cantik yang Piawai Meracik Kopi

MESKI usianya baru 23 tahun, namun kepiawaiannya sebagai peracik kopi (barista) tak perlu diragukan

Ika, Gadis Cantik yang Piawai Meracik Kopi
IST
NOVITA RIANTIKA (23) Barista asal Lhokseumawe meracik teh tarek Aceh saat menjalani proses rekaman untuk acara Hitam Putih di Trans 7 Jakarta, Rabu (6/2) sore.

MESKI usianya baru 23 tahun, namun kepiawaiannya sebagai peracik kopi (barista) tak perlu diragukan. Wanita cantik bernama Novita Riantika sangat mahir meracik kopi secara tradisional. Kini wanita asal Kota Lhokseumawe ini pun menjadi barista idola di sebuah kafe teh tarek Aceh di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Kepiawaian Ika--begitu wanita ini biasa disapa--dalam meracik kopi secara tradisional itu menjadi perhatian para penikmat kopi. Tak ayal, kemahirannya itupun mendapat respon positif dari sebuah stasiun televisi nasional. Dimana, Ika mendapat undangan untuk tampil di acara gelar wicara yang dibawakan oleh mentalist Indonesia, Deddy Corbuzier.

Undangan ini diperoleh Ika, setelah videonya meracik kopi dan teh tarek Aceh secara tradisional viral melalui media sosial (medsos) Instagram miliknya dengan akun novita_riantika.

Rabu (6/2) sore, Ika sudah mengikuti sesi perekaman di Studio Trans 7. Sementara untuk jadwal tayang belum dipastikan. “Informasinya ke saya, akan siar pada Februari ini, tapi tanggalnya belum dipastikan” ujar Ika, saat dihubungi Serambi via whatshapp, kemarin.

Ika mengisahkan, ia menekuni profesi sebagai peracik kopi dan teh tarek secara tradisional dimulai pada tahun 2015, di sebuah warung kopi di Lhokseumawe. Kemahiran Ika dalam meracik kopi terus diasahnya, dan hasil racikannya pun semakin digemari para penikmat kopi maupun teh tarek.

Nikmatnya kopi hasil racikan Ika ternyata juga dicicipi seorang pengusaha asal Jakarta. Sang pengusaha itu lantas mengajak Ika untuk menjadi barista tradisional di sebuah kafe teh tarek Aceh di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. “Saya ditawarkan menjadi barista di awal 2018 lalu,” jelasnya.

Selama bekerja di sana, kemampuan Ika mengolah kopi tradisional dan teh tarek Aceh semakin baik. Dia pun memposting keahlian meracik kopi dan teh tarek secara tradisional di Instagram. “Sehingga baru-baru ini saya dihubungi pihak Hitam Putih, untuk proses wawancara,” katanya bangga.

Saat proses wawancara di acara Hitam Putih, anak mantan buruh cuci itu mengaku hanya dilontarkan empat pertanyaan, yakni terkait umur, berapa lama jadi barista, kenapa ingin jadi Barista, dan kenapa mau ke Jakarta.

“Khusus kenapa jadi Barista, karena didasari awalnya saya suka kopi, dan belajar buat sendiri, sehingga akhirnya ada peluang kerja di sebuah warung di Lhokseumawe. Khusus kenapa mau ke Jakarta, tujuan utama untuk mempromosikan kopi Aceh,” ujar Ika, yang sebelumnya menetap di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.(saiful bahri)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved