Jalan Lintas Tengah Banyak Rusak Berat

Pengendara mobil, bus penumpang, truk barang, maupun sepeda motor yang hendak melintas ke wilayah tengah Aceh

Jalan Lintas Tengah Banyak Rusak Berat
IST

* Amblas dan Longsor di 71 Titik

BANDA ACEH - Pengendara mobil, bus penumpang, truk barang, maupun sepeda motor yang hendak melintas ke wilayah tengah Aceh perlu hati-hati. Soalnya, jumlah titik ruas jalan nasional yang kini rusak parah, amblas, longsor, bahkan tinggal setengah badan jalannya di wilayah lintas tengah mencapai 71 titik. Angka sebanyak itu merupakan hasil penghitungan hingga awal bulan ini oleh pihak Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Aceh.

“Di antaranya terdapat di lintas Bireuen-Takengon mencapai tujuh titik lokasi,” kata Dedi, Kasatker PJN I Aceh yang menangani lintas timur dan tengah, kepada Serambi, Kamis (7/2) ketika dimintai tanggapannya terkait banyaknya badan jalan nasional yang rusak parah, amblas, dan longsor di lintas tengah tapi belum diperbaiki Balai PJN I Aceh.

Dedi mengatakan, apa yang diutarakan Wakil Bupati Bireuen, Dr Muzakar A Gani MH bahwa banyak badan jalan nasional di lintas Bireuen-Takengon, terutama mulai Km 10-30 yang rusak parah, amblas, dan longsor belum diperbaiki, itu memang benar adanya.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan di lokasi badan jalan yang rusak, amblas, dan longsor itu, kata Dedi, maka ia sebagai Kasatker Jalan Nasional di Aceh sudah membuat rambu-rambu tanda bahaya di lokasi jalan yang rusak tersebut.

Hal ini dimaksudkan agar pengguna jalan, yaitu pengendara sepeda motor, mobil, truk barang, dan mobil penumpang yang melintas di jalan nasional Bireuen-Takengon yang rusak parah atau longsor itu harus ekstrahati-hati, agar tidak terperosok.

Meski demikian, kata Dedi, rambu-rambu tanda bahaya yang dipasang di ruas badan jalan yang rusak tersebut banyak yang sudah hilang, tak ada lagi di lokasinya. “Apakah sengaja disingkirkan atau terseret oleh banjir, kami juga belum mendapat laporan dari masyarakat sekitar jalan yang rusak itu,” ujar Dedi.

Untuk mempercepat pekerjaan perbaikan badan jalan yang rusak parah, kata Dedi, pihaknya bulan lalu sudah mengundang tim Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melihat badan jalan yang rusak di lintas tengah itu.

“Hasil kunjungan kerja Tim Kementerian PUPR ke lintas tengah, kita diminta untuk membuat usulan proposal perbaikan badan jalan yang rusak. Usulan proposal sudah saya sampaikan kepada Kementerian PUPR,” ujar Dedi.

Dari beberapa paket badan jalan yang rusak parah itu, lanjut Dedi, karena usulan proposal perbaikan badan jalannya sudah disampaikan kepada Kementerian PUPR maka paket proyeknya sudah ada yang dilelang. Hal ini dimaksudkan agar ketika anggarannya sudah ada maka kontraktor yang menjadi pemenangnya bisa langsung mengerjakan perbaikan badan jalan yang rusak tersebut.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved