Kejati Usul Hentikan Kasus CT Scan, GeRAK Minta KPK Ambil Alih

GeRAK Aceh menyurati KPK untuk meminta lembaga itu mengambil alih kasus CT Scan RSUZA tahun 2008 yang tak tuntas ditangani Kejati Aceh.

Kejati Usul Hentikan Kasus CT Scan, GeRAK Minta KPK Ambil Alih
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Divisi Advokasi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta lembaga itu mengambil alih kasus CT Scan RSUZA tahun 2008 yang tak tuntas ditangani Kejati Aceh. 

Sebelumnya, Kepala Kejati Aceh, Irdam SH MH mengusulkan kepada Jaksa Agung agar kasus itu dihentikan, karena para tersangka telah mengembalikan kerugian negara. 

Tindakan ini pun menuai protes dari GeRAK, yang kemudian menyurati KPK melalui surat bernomor 020/B/G-Aceh/II/2019, tanggal 8 Februari 2019. 

"GeRAK Aceh sudah menyurati KPK agar mengambil alih penanganan kasus CT Scan RSUZA ini," kata Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung kepada Serambinews.com, Jumat (8/2/2019). 

Baca: Sempat Tetapkan 4 Tersangka, Kejati Aceh Usul Hentikan Kasus Alkes RSUZA Rp 15,3 M ke Jaksa Agung

Baca: Dua Hari Dirawat di RSUZA Bayi tak Miliki Lubang Saluran Empedu Meninggal

Baca: Dana Desa Sektor Korupsi Nomor 1, Berikut Daftar 5 Sektor yang Paling Banyak Dikorupsi Selama 2018

GeRAK menduga, pengusulan penghentian pengusutan kasus korupsi ini bertentangan dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Dimana sesuai pasal 2 dan 3, pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapus perbuatan dan delik formil dari tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka.

"Jika alasannya karena tersangka sudah mengembalikan kerugian keuangan negara, kemudian Kejati Aceh mengusulkan untuk menghentikan perkara, ini sangat tidak logis dan patut diduga adanya potensi kejahatan lain yang sarat dengan kepentingan," ujarnya.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved