Polisi Amankan 800 Kg Ganja

Personel Opsnal Satuan Narkoba dan Satuan Reskrim Polres Aceh Besar mengamankan 40 kotak ganja

Polisi Amankan 800 Kg Ganja
For Serambinews.com
Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yudha didampingi Kasat Narkoba AKP Raja Harahap (kanan) dan Kepala II B Jantho Yusnaidi (kiri), menunjukkan barang bukti sabu-sabu serta 40 kotak kardus berisi ganja yang ditemukan di Indrapuri, Aceh Besar saat konferensi pers di Mapolres Aceh Besar, Rabu (6/2/2019). 

* Dari Sebuah Gubuk di Indrapuri

JANTHO - Personel Opsnal Satuan Narkoba dan Satuan Reskrim Polres Aceh Besar mengamankan 40 kotak ganja dengan bobot 800 kg, dari sebuah gubuk di salah satu gampong dalam Kecamatan Indrapuri, Selasa (5/2) dini hari.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha SIK MSi, didampingi Kasat Narkoba, AKP Raja Harahap dan Kepala Rutan Kelas II-B Jantho, Yusnaidi, mengatakan, 800 kg ganja yang telah dikemas ke dalam 40 kotak itu teridentifikasi milik tersangka Y (30), warga setempat, sekaligus pemilik gubuk tempat penyimpanan ganja tersebut. “Y kabur bersama empat rekannya. Identitas mereka telah diketahui,” kata AKBP Ayi saat konferensi pers di Polres Aceh Besar, Rabu (6/2).

Menurutnya, seluruh barang haram itu rencananya akan dikirim ke Jakarta Timur. Hal itu diketahui dari alamat yang tertera di setiap kotak ganja tersebut. “Y dan empat rekannya disinyalir terlibat jaringan narkotika antarprovinsi dan sejauh ini masih dilakukan penyelidikan, termasuk mobil box yang ikut dibawa lari. Besar dugaan digunakan mengangkut ganja-ganja ini,” ungkap Kapolres Aceh Besar.

Kasat Narkoba, AKP Raja Harahap menambahkan, petugas juga menangkap pengguna sabu, berinisial B (30), warga Montasik, Aceh Besar, Minggu (3/2) malam, bersama 12 paket sabu seberat 9,78 gram. “Di samping 12 paket sabu, kami juga mengamankan alat isap beserta kaca pirex dan Hp yang digunakan pelaku bertransaksi,” sebutnya.

Di samping sebagai pengedar, B juga mengaku sering menggunakan barang haram itu. Pelaku dijerat Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 114 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara 7 tahun,” paparnya.

Sementara Kepala Rutan Kelas II B Jantho, Yusnaidi, yang hadir dalam konferensi pers itu menjelaskan, pihaknya juga mengamankan seorang narapidana (napi) yang berstatus tahanan pendamping (tamping), berinisial F (30), warga Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (30/1).

Bersama F, petugas mengamankan satu paket sabu seberat 0,13 gram serta Hp. Narkoba yang diamankan dari F awalnya diketahui petugas sipir yang curiga terhadap gerak-gerik pelaku. Padahal, selama ini pelaku berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman atas kasus yang sama di rutan tersebut.

“Dia tahanan pendamping, karena selama ini F berkelakuan baik dan telah dipercaya beraktivitas di luar sel. Tapi, kepercayaan itu justru salah digunakan dengan kembali kebiasaan lamanya,” ungkapnya.

Yusnaidi menerangkan tersangka F sebelumnya dihukum 5 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba dan sudah menjalani hukuman selama 2 tahun. “Padahal beberapa bulan lagi F akan bebas bersyarat. Tapi, karena tersandung lagi kasus narkoba, makan harus kembali menjalani hukuman,” demikian Yusnaidi.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved