Tafakur

Status Harta

Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta

Status Harta

Oleh: Jarjani Usman

“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram” (HR. Bukhari).

Kalau dicermati di zaman sekarang, mengabaikan status harta (halal atau haram) sudah semakin menjadi-jadi. Seorang ayah memasukkan anaknya menjadi pegawai dengan menyogok. Ada juga dengan cara menipu bahwa anaknya telah mengabdi sekian tahun di suatu sekolah agar memenuhi syarat kelulusan, padahal tidak.

Demikian juga halnya penggunaan harta haram dalam beribadah. Untuk berumrah dan berhaji, ada orang yang berani menggunakan harta haram. Bahkan ada orang yang ketika divonis telah melakukan korupsi, saat sedang beribadah haji. Seakan-akan antara harta haram dan ibadah tidak ada sangkut pautnya. Padahal keduanya tak bisa dipisahkan. Dengan kata lain, banyak orang semakin berani memakan harta haram.

Bahkan Allah telah memastikan hanya akan menerima yang baik-baik. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang baik” (HR. Muslim). Dengan demikian, setiap diri kita harus memastikan kehalalan status harta yang diraih. Itu juga wujud ketaatan seseorang hamba kepada Sang Khalik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved