Jembatan Gantung Sikundo Rampung

Jembatan gantung Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Kamis (7/2), mulai digunakan sebagai jalur transportasi

Jembatan Gantung  Sikundo Rampung
SERAMBI/RIZWAN
Kerusakan abutmen jembatan gantung Lhok Guci Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat semakiin parah sehingga menggunakan papan darurat, Jumat (23/3). Warga berharap jembatan tersebut diperbaiki termasuk tiang yang sudah miring.SERAMBI/RIZWAN 

* Tersisa Satu Lagi Jembatan Tali di Sikundo

MEULABOH - Jembatan gantung Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Kamis (7/2), mulai digunakan sebagai jalur transportasi. Penggunaan jembatan gantung baru yang dibangun dengan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2018 senilai Rp 1,9 miliar itu untuk menggantikan jembatan kabel (tali) di titik tersebut.

Hingga saat ini, jembatan kabel masih tersisa satu lagi di Desa Sikundo, menghubungkan Dusun Durian dan Sarah Saree di desa itu. “Di Sikundo ada dua jembatan tali. Sudah dibangun jembatan gantung yang baru selesai itu, sehingga tersisa satu lagi. Jembatan gantung yang baru mulai difungsikan sejak Kamis,” kata Keuchik Sikundo, Jauhari kepada Serambi, Jumat kemarin.

Menurutnya, selama bertahun-tahun warga Sikundo menggunakan jembatan kabel sebagai jalur transportasi yang sebelumnya sebanyak 5 unit. Namun secara bertahap hanya tersisa dua unit lagi. Namun sejak difungsikan sebuah jembatan gantung yang baru pada Kamis kemarin, kini masih tersisa satu jembatan kabel lagi menghubungkan antardusun di Sikundo. Jarak antara jembatan gantung yang baru dengan jembatan satu lagi sekitar 1 kilometer.

Keuchik Sikundo berharap satu jembatan kabel yang satu lagi itu bisa segera dibangun lagi, sehingga ke depan terbebas dari jembatan kabel. Selain jembatan yang menjadi harapan warga juga terkait jalan sekitar 10 kilometer yang kondisinya hancur, sehingga sangat dikeluhkan. Desa Sikundo merupakan daerah pedalaman dengan jarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota di Meulaboh.

Jauhari mengaku, jumlah penduduk Sikundo sebanyak 138 jiwa dengan pekerjaan sehari-hari sebagai petani. Selama ini anak-anak bersekolah ke Desa Jambak yakni desa tetangga, karena sebuah sekolah di Sikundo sudah lama tidak berfungsi. “Harapan kami pemerintah memberikan kepedulian lebih kepada daerah kami,” harapnya.

Dibangun tahun 2018
Sementara itu, Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari ST yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, pemerintah melalui dana Otsus tahun 2018 mengalokasikan anggaran pembangunan sebuah jembatan gantung ke Sikundo menggantikan jembatan kabel yang selama ini digunakan. “Staf saya sudah turun ke lokasi jembatan baru itu dan mulai difungsikan,” katanya.

Menurutnya, terhadap laporan adanya satu jembatan kabel lain di Desa Sikundo, tentu akan dipastikan kembali oleh tim PUPR ke lokasi. “Saya akan turun ke lokasi dalam waktu dekat. Kalau masih ada kita akan usul pembangunan satu jembatan gantung lagi,” katanya.

Bukhari menambah, dalam APBK 2019 Pemkab Aceh Barat juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk pembangunan jembatan gantung baru di Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, menggantikan jembatan lama yang abutmentnya miring dan rusak. Selain itu, kebutuhan mendesak lain pembangunan kembali jembatan gantung Alue Keumang yang ambruk pada Desember 2018 silam. “Kami juga akan usul pembangunan baru untuk Alue Keumang tahun 2020,” katanya.

Kadis PUPR menambahkan, Aceh Barat dikelilingi dua sungai besar yakni Krueng Meureubo dan Krueng Woyla serta sejumlah sungai-sungai kecil. Seperti Krueng Meureubo melintasi enam kecamatan, sehingga terdapat belasan jembatan gantung dan jembatan rangka baja. Belum lagi dialiran Krueng Woyla yang juga terdapat banyak jembatan. “Maka kita butuh kesabaran, sungai banyak sekali di Aceh Barat,” demikian Bukhari.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved