Pasukan Israel yang Menyamar Serbu Masjid dan Culik Pegawai Kementerian Awqaf, Tiga Orang Terluka

Tiga warga Palestina terluka ketika tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat pingsan untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Pasukan Israel yang Menyamar Serbu Masjid dan Culik Pegawai Kementerian Awqaf, Tiga Orang Terluka
ANADOLU AGENCY/HASSAN JEDI
Kolase foto Perempuan Palestina memegang bendera Palestina dalam demonstrasi "Great March of Return" di dekat Kamp Pengungsi Al Bureij Kota Gaza, Jumat (8/2/2019). 

Pasukan Israel yang Menyamar Serbu Masjid dan Culik Pegawai Kementerian Awqaf, Tiga Orang Terluka

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Setidaknya tiga orang terluka ketika pasukan Israel menyerbu sebuah masjid di Tepi Barat, Jumat (8/2/2019) malam, demikian laporan media setempat.

Pasukan Israel yang menyamar, menyerbu Masjid Jamal Abdul-Nasser di kota Ramallah dan menculik Hamza Ghanem, seorang pegawai Kementerian Awqaf, lembaga bertanggung jawab atas tempat-tempat ibadah, lapor kantor berita Palestina WAFA, mengutip koresponden mereka di lokasi kejadian.

WAFA mengatakan, kelompok itu juga menyita kamera pengintai (CCTV) masjid.

Beberapa saat kemudian, tentara Israel tiba di lokasi untuk mengamankan penarikan pasukan yang menyamar, serta memprovokasi bentrokan dengan penduduk setempat.

Baca: Pria Palestina Ini Menolak untuk Menjual Rumahnya Meski Ditawar Hingga Rp 1 Triliun oleh Israel

Baca: 7 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan di Tepi Barat, Satu Gadis Ditembak di Kaki

Badan itu mengatakan, tiga warga Palestina terluka ketika tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat pingsan untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Menteri Awqaf Yousi Id'ais mengutuk insiden itu dan mengulangi seruannya pada komunitas internasional untuk melindungi tempat-tempat suci Muslim dan Kristen di Palestina dari serangan Israel.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967.

Kota itu menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai "ibu kota abadi dan abadi" negara Yahudi - sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua konstruksi permukiman Yahudi di sana ilegal.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved