TKW Aceh Timur Diselamatkan

Ti Aminah binti Ismail (43) warga Gampong Tunong Paya Kruep, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur yang mendapat perlakuan tidak manusiawi

TKW Aceh Timur Diselamatkan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Muliyadi adik kandung Ti Aminah menyerahkan surat pengaduan terkait penyiksaan kakaknya oleh majikan di Malaysia kepada Anggota DPD RI, H Sudirman alias Haji Uma, di Mapolsek Nurussalam Aceh Timur, beberapa waktu lalu (Kiri). TKW Ti Aminah saat belum berangkat ke Malaysia (Kanan). 

* Jadi Pembantu Rumah Tangga di Perlis

IDI – Ti Aminah binti Ismail (43) warga Gampong Tunong Paya Kruep, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya selama enam tahun, akhirnya berhasil diselamatkan. Saat ini, dia berlindung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia, seusai keluar sebagai pembantu di Kangar Perlis-Malaysia,

Informasi diperoleh Serambi, dari anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma pada Kamis (7/2) sore. Menurut senator asal Aceh yang duduk di Komite II DPD RI ini, dirinya baru saja mendapatkan khabar baik dari pihak KJRI Penang, Malaysia melalui sambungan telepon via aplikasi WhatsApp (WA).

“Setelah dilaporkan pihak keluarga beberapa waktu lalu, kita melakukan advokasi melalui tim di Malaysia. Di sisi lain, secara resmi saya juga telah menyurati KBRI Kuala Lumpur terkait hal ini dan berkomunikasi intensif dengan pihak KJRI Penang dalam upaya perlindungan saudara kita Ti Aminah”, ungkap Haji Uma.

Menurut Haji Uma, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pihak KJRI Penang, setelah mendapat laporan beberapa hari lalu, pihak konsulat di Penang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Disebutkan, saat ini Ti Aminah berada dalam perlindungan pihak KJRI Penang dan majikannya juga telah ditahan pihak kepolisian Malaysia untuk diproses hukum.

“Alhamdulillah, saat ini Ti Aminah ditampung di bawah perlindungan tenaga kerja wanita. Khabar ini sungguh melegakan semua kita, terutama keluarga di Aceh Timur. Saat ini majikannya juga telah ditahan kepolisian Malaysia,” jelas Haji Uma.

Dia memberi apresiasi kepada semua pihak, terutam KJRI Penang, Abu Saba Ketua KANA Group di Malaysia serta kepolisian yang sangat koperatif menindaklanjuti masalah ini. Disebutkan, berdasarkan penyidikan yang berjalan saat ini, selain mendapat perlakukan tidak manusiawi, gaji Ti Aminah juga ditahan selama 6 tahun.

Disebutkan, majikannya yang bernama Narimah Benti Rasyid beralamat di Perlis telah ditahan dan dia berjanji akan terus mengawal masalah ini termasuk kemungkinan proses peradilan bagi pelaku.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ti Aminah Binti Ismail dilaporkan kepada Haji Uma oleh keluarganya di Aceh Timur, karena dugaan tindak kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi oleh majikannya di Malaysia. Laporan tersebut ditanggapi Haji Uma dengan mengunjungi rumah keluarga korban di Aceh Timur yang merupakan masyarakat miskin.

Setelah mendapat laporan keluarga, Haji Uma melakukan langkah upaya advokasi yang dimulai dengan mendampingi pelaporan keluarga ke Polsek, meminta bantuan Abu Saba (KANA Group) di Malaysia untuk menelusuri dan pelaporan hingga melayangkan surat resmi sebagai anggota DPD RI ke KBRI Kuala Lumpur.(c49)

upaya penyelamatan tkw dari sekapan
* Keluarga di Aceh Timur laporkan ke Haji Uma
* Kirim surat ke KBRI di Kuala Lumpur dan KJRI Penang
* Laporkan ke Kepolisian Perlis, Penang
* Meminta bantuan Abu Sana (KANA Group) di Malaysia
* Telusuri keberadaan TKW Ti Aminah di sebuah rumah
* Bersama polisi di Penang, Ti Aminah dikeluarkan
* Majikan Ti Aminah langsung ditahan oleh polisi
* Ti Aminah masih berada di KRJI Perlis, Penang
* Akan segera pulang ke kampung halaman

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved