Takengon-Isak Ditutup Sebulan

Ruas jalan nasional Takengon-Isak di Kabupaten Aceh Tengah akan ditutup total selama sebulan ke depan

Takengon-Isak Ditutup Sebulan
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Ruas jalan Takengon-Isak, tepatnya di kawasan Kampung Pendere Tan Saril, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah 

* Menunggu Hingga Selesainya Perbaikan Jalan
* Arus Lalulintas Dialihkan ke Jalur Alternatif

TAKENGON - Ruas jalan nasional Takengon-Isak di Kabupaten Aceh Tengah akan ditutup total selama sebulan ke depan. Jalan utama penghubung antara Aceh Tengah dengan Kabupaten Gayo Lues ini terpaksa ditutup sejak 10 Februari hingga 13 Maret 2019 karena sedang dalam proses perbaikan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Tengah, Jauhari, kepada Serambi, Sabtu (9/2), mengatakan, pihak rekanan yang membangun ruas jalan Takengon-Isak, yaitu PT Nindya Karya (NK)-Cipuga KSO, sebelumnya telah melayangkan surat meminta agar ruas jalan tersebut bisa ditutup total untuk sementara. “Awalnya mereka meminta ditutup sampai dengan selesai pengerjaan,” kata Jauhari.

Tetapi, lanjut dia, setelah dilakukan pengkajian, akhirnya diputuskan penutupan hanya diberikan selama satu bulan, itupun dengan catatan agar pihak rekanan bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal untuk pekerjaan perbaikan ruas jalan tersebut. “Tentu agar pengerjaan bisa cepat selesai, jam kerja serta alat berat ditambah,” lanjutnya.

Menurut Jauhari, penutupan ruas jalan Takengon-Isak, terpaksa dilakukan setelah adanya kajian teknis secara lalu lintas maupun dari sisi teknis pelaksanaan pembangunan. Pasalnya, kondisi badan jalan yang sempit tidak memungkinkan dilakukan sistem buka tutup.

“Justru kalau dilakukan sistem buka tutup akan sangat rawan. Makanya harus ditutup total sementara, sehingga pengerjaan bisa lebih cepat serta maksimal,” jelas Jauhari.

Ruas jalan yang akan ditutup total, mulai dari Kampung Pedekok, Kecamatan Pegasing, sampai dengan Kampung Isak, Kecamatan Linge. Dilakukannya penutupan total karena adanya penggalian badan jalan sepanjang 500 meter dengan kedalaman 4 meter di kawasan Bur Lintang. “Kalau tidak ditutup, proses pengerjaan akan sangat sulit,” tuturnya.

Untuk sementara, masyarakat yang ingin menuju Kampung Isak dari Kota Takengon, serta sebaliknya, bisa melalui jalur alternatif. Jalur alternatif pertama, masuk dari Kampung Gelelungi, Kecamatan Pegasing, menuju Atu Lintang dan tembus ke Kampung Isak. Sedangkan alternatif kedua, melewati jalur Kecamatan Bintang, Simpang Simpil, serta menuju Kampung Isak.

Ruas jalan Takengon-Isak selain berstatus sebagai jalan nasional, juga menjadi akses utama menuju Ibukota Kecamatan Linge, sehingga aktivitas kendaraan cukup padat melintasi kawasan itu.

Namun dengan adanya penutupan total sementara, diperkirakan akan berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di Kampung Isak, Kecamatan Linge. “Kita berharap, untuk sementara masyarakat bisa bersabar selama adanya proses perbaikan jalan,” kata Camat Linge, Win Akbar, kepada Serambi, Sabtu (9/2).

Menurut Win Akbar, ruas jalan Takengon-Isak sudah sangat wajar untuk diperlebar karena kondisi jalan yang ada saat ini sudah sangat sempit dan rawan. “Dengan bagusnya jalan ini, tentu akses juga akan semakin lancar. Dan setelah dilakukan pengkajian, memang tidak mungkin diterapkan sistem buka tutup,” jelasnya.

Namun demikian, Win Akbar berharap agar pihak rekanan bisa memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, sehingga masyarakat tidak menunggu terlalu lama. “Selama sebulan ini, warga harus melintasi ruas jalan alternatif. Tapi saya rasa tidak apa-apa karena demi kebaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved