UAS Pernah Diusir Pejabat saat Makan, Ini Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Adab Makan

Saat tengah menikmati sajian makanan itu, mendadak rombongan pejabat yang sangat berkuasa di daerah itu datang.

UAS Pernah Diusir Pejabat saat Makan, Ini Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Adab Makan
facebook.com/UstadzAbdulSomad
Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018). 

Menurut Ustadz Abdul Somad, orang yang awalnya pejabat tinggi dan sangat berkuasa itu dijumpai dalam keadaan terhina.

"Orang yang dulu mengejek, menghina, menjatuhkan, dan menyepelekan saya, tapi saya lihat lama dan saya tersentuh. Ya Allah, ini yang beberapa tahun lalu mengusir, sekarang, duduk di lantai, tidak pakai alas," katanya.

Begitulah, kata UAS, Allah bisa meninggikan derajat seseorang dan menjatuhkan derajat sedemikian rupa, sampai kita pun merasa kasihan.

Baca: Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Soal Sabar Menghadapi Ujian

Menurut Ustadz Abdul Somad, kisah ini juga mirip dengan Firaun, yang dulu sangat kuasa dan membunuh anak kecil, dia menjadi mumi, menjadi tontonan di museum.

"Dia ditertawakan anak-anak, yang dulu banyak sekali dibunuhnya," katanya.

Ustadz Abdul Somad menyebutkan hendaknya orang tidak lupa daratan di saat sedang berkuasa dan melakukan banyak tindakan sewenang-wenang, yang seharusnya tidak dilakukan di saat seseorang berkuasa atau di tampuk kekuasaan.

 (WartakotaLive)

2 Bulan Jelang Pilpres, Ustadz Abdul Somad (UAS) Tegaskan Sikap Politiknya

Protes dilayangkan Ustadz Abdul Somad terkait politik yang dibawa ke Shalat. UAS pun menegaskan diri bukan orang politik.

Permintaan Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah di Batam, Minggu (3/2/2019) minta agar tidak diseret kemana-mana, apalagi politik.

Diduga hal ini terkait dengan tantangan imam salat pada calon presiden Pilpres 2019 Jokowi dan Prabowo Subianto yang membuat Ustadz Abdul Somad bereaksi.

Ceramah Ustadz Abdul Somad di Batam itu diunggah di channel Youtube Tafaqquh yang membahas tema Antara Taubat dan Hijrah.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa setiap yang lahir dalam keadaan Islam.

"Ini Ustadz Somad ngawur ini. Orang kalau lahir di dunia itu kalau dibilang Islam syahadatnya kapan?," kata Ustadz Somad.

Menjawab pertanyaan itu, Ustadz Abdul Somad bercerita mengenai pengumuman sehabis solat Jumat disampaikan ke Jemaah jangan dulu pulang ke rumah.

Dalam pengumuman itu disampaikan akan menyaksikan ada yang mau bersyahadat dipimpin oleh tuan imam.

Sang calon muallaf ditanya apakah dirinya masuk Islam tanpa ada paksaan, lalu sanggup tanda tangan di atas materai Rp 6 ribu.

Baca: Bolehkah Mencampur Mazhab? Ini Penjelasan Ustad Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad

Setelah dijawab masuk Islam karena Allah. Dia pun bersyahadat.

"Itu baru bersyahadat. Kalau anak bayi kecil Islam, kapan dia bersyahadat? Kapan dia bersyahdat? Bapak kapan terakhir bersyahadat?," kata Ustadz Abdul Somad.

"Tadi," kata Ustadz Abdul Somad seraya membacakan doa tasyahud.

Saat sampai di kalimat syahadat, Ustadz Abdul Somad mengangkat jari telunjuknya.

"Bersyahadat tu begini, bukan begini," kata Ustadz Abdul Somad menunjukkan jari telunjuk dan jempolnya.

Hal itu sontak membuat jemaah tertawa. Pekik takbir kemudian terdengar.

"Banyak orang sekarang bawa-bawa politik ke Salat. Saya mau meluruskan. Saya mau meluruskan ini. Jangan dipotong videonya nanti," kata Ustadz Abdul Somad.

Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Cara Atasi Takut, Ingatkan Pula 11 Pintu Setan Rasuki Manusia

"Jangan dikacaukan kajian saya. Tolong jangan dikacaukan kajian saya. Saya bukan orang politik, saya bukan orang partai, saya bukan orang ormas. Saya murni hanya dai saja," tegasnya.

Ustadz Abdul Somad meminta dirinya jangan diseret-seret kemana-mana. "Janji?," kata Ustadz Abdul Somad ke jemaah.

Ustadz Abdul Somad kembali menjelaskan soal anak yang lahir dalam keadaan Islam. Dimana dia bersyahadat?

"Bersyahadatnya bukan di waiting room itu mas. Bersyahadatnya bukan dalam kandungan. Bersyahadatnya dimana?," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Sebelum ada kuku, sebelum ada bulu, sebelum ada kulit, sebelum ada daging," katanya.

Berikut videonya:

Ustadz Abdul Somad atau biasa disapa UAS bercerita panjang tentang pemimpin negeri yang fasih ketika menjadi imam salat.

Pemimpin jadi imam salat maghrib itu, kata Ustaz Abdul Somad atau UAS, adalah contoh pemimpin yang baik.

Selain mampu menjadi seorang umaro (pemimpin pemerintahan), kata Ustaz Abdul Somad, pemimpin tersebut juga seorang ulama (berilmu agama).

"Beliau menjadi imam shalat. Shalat yang berbunyi, shalat maghrib. Bacaannya fasih. Dia Umara' yang ulama," tulis Abdul Somad di akun instagramnya, kemarin.

Abdul Somad mengatakan, pemimpin seperti itu ternyata juga tidak sombong dan rendah hati. Dia mau menelepon dirinya usai memberikan ceramah di satu tempat.

Kalau memberi sambutan, kata UAS, pemimpin tersebut selalu merangkul, tidak memukul, mengajak semua membangun Kampar, baik yang memilih beliau maupun tidak.

"Mengajak tanpa mengejek. Menyinggung, tapi orang tersanjung," ujar Abdul Somad ketika menceritakan sosok umaro yang ulama.

Dia adalah Bupati Kampar H. Azis Zaenal, SH, MM yang meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Kamis 27 Desember 2018.

Almarhum yang lahir tahun 1950 kemudian diterbangkan ke Pekanbaru, lalu dimakamkan di kampung halamannya di Desa Kuapan Kecamatan Tambang, Kampar.

UAS menceritakan sosok Azis Zainal sangat lengkap dan membuat sejumlah netizen (warganet) terharu.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ustadz Abdul Somad Diusir Pejabat saat Makan Malam, Dia Bahas Adab Makan

Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved