8 Terpidana Dieksekusi Mati di Amerika Serikat, Ini Kata-kata Terakhir Terpidana Sebelum Dieksekusi

Eksekusi mati merupakan hukuman yang tercatat dalam sejarah telah ada di sejumlah peradaban kuno.

8 Terpidana Dieksekusi Mati di Amerika Serikat, Ini Kata-kata Terakhir Terpidana Sebelum Dieksekusi
Tribunnews.com/Ynaija
Ilustrasi hukuman mati. 

SERAMBINEWS.COM - Eksekusi mati merupakan hukuman yang tercatat dalam sejarah telah ada di sejumlah peradaban kuno.

Hukuman ini diberikan kepada seseorang yang dianggap melawan raja atau penguasa, hingga sebagai bentuk pemidanaan kepada seorang kriminal.

Metode eksekusi mati mengalami perkembangan dari bentuk paling awal yang dikenal manusia.

Saat ini, jenis hukuman mati itu dapat dilakukan dengan cara "baru" seperti suntikan, setrum, tembak mati, atau gas beracun. Karena dianggap tak berperikemanusiaan, kritik terhadap eksekuti mati pun muncul.

Ini membuat sejumlah negara, terutama di Eropa, melakukan moratorium dan menghentikan praktik eksekusi mati.

Meski begitu, sejumlah eksekusi mati yang dilakukan terhadap sejumlah kriminal besar masih terekam dalam sejarah, terutama di Amerika Serikat.

Tidak hanya karena kejahatan kejam yang mereka lakukan hingga eksekusinya menjadi sorotan, tapi juga kata-kata terakhirnya.

1. George Appel

Pada 1928, terdakwa pembunuhan bernama George Appel diputus pengadilan menjalani eksekusi mati di kursi listrik. Eksekusi itu dilakukan di New York, Amerika Serikat.

Dia divonis hukuman mati karena telah membunuh polisi Kota New York.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved