8 Terpidana Dieksekusi Mati di Amerika Serikat, Ini Kata-kata Terakhir Terpidana Sebelum Dieksekusi

Eksekusi mati merupakan hukuman yang tercatat dalam sejarah telah ada di sejumlah peradaban kuno.

8 Terpidana Dieksekusi Mati di Amerika Serikat, Ini Kata-kata Terakhir Terpidana Sebelum Dieksekusi
Tribunnews.com/Ynaija
Ilustrasi hukuman mati. 

Sebelum dieksekusi, dia memberikan pesan terakhirnya kepada petugas: "Nah, tuan-tuan, Anda akan melihat Appel yang dipanggang".

Setelah itu, dia juga mengucapkan pesan terakhir lain, yakni: "Semua wanita suka Appel yang dipanggang," dan dilanjutkan... "Sialan, tidak ada pemadaman listrik."

2. Ted Bundy

S
Ted Bundy(New York Post)

Pada malam sebelum Ted Bundy dieksekusi, ia menghabiskan waktunya menangis dan berdoa.

Pada pukul 07.00 pagi, 24 Januari 1989, Bundy diikat ke kursi listrik di penjara Negara Bagian Starke di Florida.

Sebelum eksekusi, Ted berbicara dengan pengacaranya, Jim Coleman.

Dia juga berbincang dengan Fred Lawrence, seorang pendeta yang menghabiskan malam itu dalam doa bersama Bundy.

Kemudian, Inspektur Tom Barton bertanya kepada Bundy apakah dia punya kata-kata terakhir.

Pembunuh berantai ini menjawab: "Jim dan Fred, aku ingin kamu memberikan cintaku kepada keluarga dan teman-temanku."

Sebelumnya, pria bernama lengkap Theodore Robert Bundy ini membunuh 30 perempuan, berdasarkan pengakuannya, selama 1974 hingga 1979 di Washington, Utah, Colorado, dan Florida.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved