Kawal Program Replanting Sawit

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, memerintahkan Kepala Dinas Pertanian

Kawal Program Replanting Sawit
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
NOVA IRIANSYAH,Plt Gubernur Aceh 

* Perintah Plt Gubernur ke Kadistanbun Aceh

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM, untuk mengawal dan mempercepat pelaksanaan program replanting (peremajaan) tanaman kelapa sawit. Salah satu langkah yang harus segera ditempuh adalah melakukan sosialisasi dan verifikasi ke kabupaten/kota yang potensial untuk pengembangan program tersebut.

Perintah itu disampaikan Plt Gubernur, tadi malam, saat Kadistanbun Aceh melaporkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Peremajaan Kelapa Sawit yang diikutinya di Bogor, 8-9 Februari 2019. Rapat tersebut diikuti para kadis provinsi dan kabupaten/kota yang ada program peremajaan kelapa sawit (PSR) dan membidangi perkebunan di seluruh Indonesia.

Menurut Nova, pengawalan itu harus dilakukan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh. Sebab, lanjutnya, replanting sawit merupakan solusi untuk peremajaan kelapa sawit rakyat yang saat ini sangat diminati oleh pekebun. Hal ini, tambah Plt Gubernur, terbukti pada capaian tahun 2018 dimana dari total proposal yang diajukan seluas 12.258 hektare, yang sudah ditetapkan rekomendasi teknis oleh provinsi seluas 5.396,74 Ha.

Adapun Rekomendasi Pusat yang sudah terbit seluas 4.066,55 Ha. Sementara dana yang sudah disalurkan ke rekening kelembagaan kelompok Rp 16.060.682.500. Dengan total luas 642,43 Ha yang meliputi Kabupaten Nagan Raya 500 Ha dan Aceh Barat seluas 142,43 Ha. Sedangkan yang masih berproses di tingkat kabupaten adalah Aceh Timur seluas 1.072,50 Ha. Realisasi penyaluran dana replanting sawit secara nasional sebesar Rp 28.219.327.500 dengan luas lahan 1.129 Ha. Dari alokasi tersebut capaian Aceh mendominasi alokasi nasional sebesar 56,9 persen.

Mendapat perintah dari Plt Gubernur, Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM, berjanji akan memfasilitasi dan mempercepat rekomendasi teknis yang diajukan oleh kabupaten/kota. Ia juga meminta kab/kota untuk segera melakukan verifikasi terhadap proposal yang sudah diajukan oleh lembaga ekonomi masyarakat.

A Hanan berharap bupati dan wali kota yang wilayahnya berpotensi untuk dikembangkan program replanting sawit agar dapat mengambil kesempatan ini karena sumber dananya bukan berasal dari APBA dan APBK. “Bupati dan walikota dapat mengajukan usulan dan proposal secepatnya karena masih memungkinkan utk diusulkan tambahan agar ekonomi daerah dapat terus menggeliat,” ungkap A Hanan.

Sampai tahun 2019, sebutnya, Aceh sudah mengajukan replanting seluas 21.126,66 Ha yang meliputi Kabupaten Aceh Barat 1.197, 43 Ha, Nagan Raya 2.724 Ha, Aceh Jaya 1.773,80 Ha, Aceh Tamiang 4.269,76 Ha, Aceh Utara 3.549,67 Ha, Aceh Singkil 1.915,50 Ha, Aceh Timur 2.534,50 Ha, Subulussalam 2.000 Ha dan Aceh Barat Daya 1.164 Ha. “Bila semua target tersebut dapat direalisasikan, maka Aceh akan mendapat pasokan dana 528.166.500.000 yaitu 21.126,66 Ha x Rp 25.000.000 per hektare,” rinci Hanan.

Dana tersebut, menurutnya, digunakan untuk persiapan lahan, tebang dan pembersihan, pembuatan lobang, pengadaan bibit dan saprodi. Sedangkan kekurangan biaya pemeliharaan sampai panen yang diperkirakan mencapai Rp 25.000.000 per hektare akan difasilitasi oleh Perbankan. “Petani juga akan mendapat keuntungan dari pengolahan nira sawit menjadi gula yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi yaitu lebih dari Rp 50.000.000 per hektare dari pohon sawit yang sudah direplanting. Ini benar-benar kesempatan memperbaiki taraf hidup petani dan perbaikan ekonomi Aceh,” pungkas Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved