Massa Kerahkan Beko Untuk Luruskan Sungai

Massa dari 13 gampong di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Minggu (10/2), kembali memperbaiki

Massa Kerahkan Beko Untuk Luruskan Sungai
SERAMBI/RIZWAN
Warga dari 13 desa di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat gotong royong menyemen jembatan Ulee Raket, Kaway XVI yang roboh dan miring untuk dapat dilintasi 

* Selamatkan Jembatan Ulee Raket yang Roboh

MEULABOH - Massa dari 13 gampong di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Minggu (10/2), kembali memperbaiki jembatan rangka baja Ulee Raket di Gampong Sawang Teube, Kaway XVI yang miring dan roboh. Mereka mengerahkan dua alat berat beko untuk meluruskan atau mengalihkan arus sungai, sehingga air tidak menghamtan lagi jembatan tersebut.

Amatan Serambi kemarin, dua beko tersebut mengeruk lahan masyarakat sepanjang 500 meter dan lebar sekitar 5 meter. Pengerukan tersebut untuk meluruskan sungai Krueng Meureubo itu serta menyelamatkan kontruksi jembatan tersebut, sehingga tidak ambruk total.

Selain mengerahkan dua beko, massa juga memperbaiki kembali jembatan yang roboh dan miring itu pada lantai abutment (kepala jembatan), sehingga bisa kembali dilintasi kendaraan roda dua dan warga yang selama ini dikeluhkan karena harus melintasi jalan yang lebih jauh. “Kegiatan warga secara swadaya untuk meluruskan sungai ini agar air tidak menghamtan jembatan lagi,” kata koordinator warga, Kamaruzzaman kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, lahan yang dikeruk dengan beko itu sudah diberikan warga sevara secara cuma-cuma. Dengan dikeruk atau dibuat alur baru, maka air tidak lagi melintasi jalur lama. Lahan yang dikeruk merupakan kawasan kebun sawit milik masyarakat.

Selain itu, kata Kamaruzzaman, mereka juga menyemen jembatan yang miring, sehingga mudah untuk melewatinya. Meski saat ini jembatan sudah miring, warga tetap memilih jembatan ini karena lebih dekat ke pusat kota. Begitu juga sebaliknya.

Kamaruzzaman mengatakan gotong royong ini atas inisiatif mereka yang sudah mulai bekerja sejak pekan lalu dan berlanjut pekan ini. Jembatan rangka baja Ulee Raket ini dibangun tahun 2002 dan diresmikan oleh mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas. “Jembatan Ulee Raket mempunyai sejarah yang dulu pada lokasi ini rakit menjadi transportasi warga,” katanya.

Kamaruzzaman menambahkan perbaikan pada pekan lalu, yakni menimbun abutment juga disambut antusias warga. Pasalnya meski kini sudah miring dan roboh, warga tetap memilih jembatan ini karena jaraknya lebih dekat.

Koordinator aksi warga, Kamaruzzaman, mengatakan pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memplot Rp 20 miliar untuk pembangunan jembatan baru. Namun warga menolak rencana pemerintah memindahkan pembangunan jembatan baru ke Keuramat Kaway XVI. “Dana yang disahkan itu karena jembatan Ulee Raket roboh dan dianggarakan untuk jembatan Ulee Raket. Tapi kenapa harus dipindahkan pembangunannya ke lokasi baru. Kami meminta pemerintah tetap membangun pada lokasi semula,” kata Kamaruzzaman. Warga meminta kepedulian Plt Gubernur Aceh serta pihak pemerintah pusat terhadap perbaikan kembali jembatan Ulee Raket ini. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved