Membumikan Ekonomi Syariah di Aceh

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh bersama Ikatan Alumni Akuntansi (IAA) dan Forum Komunikasi Alumni Magister

Membumikan Ekonomi Syariah di Aceh
IST
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, H Aminullah Usman MM bersama personel pengurus berfoto bersama yatim piatu yang menerima santunan 

BANDA ACEH - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh bersama Ikatan Alumni Akuntansi (IAA) dan Forum Komunikasi Alumni Magister Manajemen (FKMM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperingati maulid Nabi Muhammad saw yang dirangkai dengan Dialog Ekonomi Syariah di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Kamis (7/2/2019).

Selaku Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, H Aminullah Usman, SE, Ak., MM dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya membumikan ekonomi syariah di Aceh, mengingat Aceh satu-satunya provinsi yang memberlakukan syariat Islam di Indonesia. “Peringatan maulid yang diisi dengan ceramah ini dimaksudkan untuk memperkuat tali silaturahmi tiga asosiasi besar yang ada di Aceh demi terwujudnya penerapan ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekkah ini,” kata Aminullah yang juga Wali Kota Banda Aceh.

Menurutnya, hasil Dialog Ekonomi Syariah itu akan disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh dan seluruh stakeholders sehingga penerapan ekonomi syariah di provinsi ini makin baik. Penceramah pada peringatan maulid itu adalah Ustaz Fakhruddin Lahmuddin, sedangkan pembicara dalam Dialog Ekonomi Syariah adalah Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry dan juga mantan kepala Dinas Syariat Islam Aceh.

Dari dialog tersebut disimpulkan hal-hal sbb: 1) Implementasi dan sosialisasi penerapan ekonomi syariah di Aceh harus dilaksanakan secara terus-menerus oleh seluruh stakeholders (perbankan, asuransi, regulator, pengambil kebijakan, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota), sehingga lima tahun mendatang masyarakat sudah memahami produk-produk ekonomi syariah di lembaga keuangan bank dan nonbank; 2) Untuk memperkuat sumber daya insani di industri perbankan, lembaga keuangan lainnya dan dinas-dinas di jajaran Pemerintah Aceh harus diberikan latihan khusus dan berkelanjutan tentang ekonomi syariah; 3) Perlu disosialisasikan kepada pedagang di pasar-pasar tradisional di Aceh tentang perilaku menjadi pedagang yang baik dan jujur; 4) APBA yang cukup besar belum dapat memengaruhi penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Oleh sebab itu, harus ada dorongan kepada Pemerintah Aceh untuk menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) di bidang tata kelola keuangan, pembangunan industri, dan industri kreatif.

Selain itu, pemerintah harus lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi pertanian dan perikanan yang saat ini menjadi primadona di Aceh, dan peran pemerintah harus lebih besar. Juga tak boleh diabaikan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid dan pesantren di seluruh Aceh. Acara tersebut dihadiri mantan Menpan RB, Dr Ir Azwar Abubakar MM, Kepala Bank Indonesia (BI) Aceh, Zainal Arifin Lubis, Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadhillah MM, para kepala SKPD Kota Banda Aceh, pimpinan perbankan, asuransi, dan para alumni IAA dan FKMM. Selaku Pimpinan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis menyatakan dalam sambutannya sangat mendukung implementasi ekonomi syariah di Aceh. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved