Pelaku Wisata Batam Gelar Aksi Keprihatinan, Terimbas Mahalnya Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar

Pawai ini sebagai bentuk keprihatinan menyikapi mahalnya harga tiket pesawat tujuan domestik dan penerapan bagasi berbayar.

Pelaku Wisata Batam Gelar Aksi Keprihatinan, Terimbas Mahalnya Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Sejumlah asosiasi pelaku wisata menggelar aksi sebagai bentuk protes kebijakan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat, Senin (11/2/2019). 

"Belinya sedikit-sedikit. Palingan 1 buat makan atau dua untuk dibawa balik yang bisa dimasukkan ke dalam tasnya. Pembelinya otomatis berkurang," katanya.

Baca: Bawa Dodol Dari Medan Harus Bayar Bagasi 2,5 Juta, Penumpang Ini Tinggalkan Oleh-Oleh di Bandara

Baca: Harga Tiket Pesawat Mahal, Ongkos Kirim Belanja Online Juga Naik

Ironisnya lagi, lanjut Syarif, pemberlakuan bagasi berbayar baru 3 hari diterapkan.

Namun, omset tersebut diakui sudah menurun sejak muncul surat edaran akan menerapkan bagasi berbayar.

"Diterapkan tiga hari kebelakang. Tapi isu itu sudah dicium selama 2 mingguan, itu aja udah berdampak sama kami. Padahal ada yang belum diterapkan ada juga yang sudah seperti teman saya yang dari Surabaya 2 mingguan kemarin udah diterapkan," katanya.

Syarif menilai dengan sistem perekonomian yang belum stabil, ditambah menjelang suasana Pilpres, ditambah kebijakan bagasi berbayar jadi makin down.

Apalagi area Batam merupakan area kepulauan, transportasi yang digunakan hampir semuanya pesawat.

"Berbeda kita tinggal di Bandung, Surabaya pasti bisa lewat darat aja ya kan. Batam langsung terasa dampaknya," ujar Syarif.

Baca: Harga Tiket Pesawat Naik, Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar Tampak Sepi

Ia berharap kondisi ini bisa kembali pulih. Jangan sampai masyarakat dijadikan eksperimen, agar pariwisata tetap berkembang.

Sebelumnya, perihal tarif bagasi berbayar sudah mulai ditetapkan mendapat sorotan dari Ketua Asosiasi Perusahaan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri, Andika.

Ia turut menyesalkan kebijakan bagasi berbayar yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini akan membuat UKM kita anjlok. Saya lihat ini akan semakin susah apabila tidak dipertimbangkan kembali," ujar Andika kepada Tribun.

Ia melanjutkan pengaruh yang sangat besar terdampak pada UKM yang menjual oleh-oleh.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved