Tafakur

Penyalahgunaan Titipan

Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung

Penyalahgunaan Titipan

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya” (HR. Bukhari).

Pada diri kita dititipkan banyak hal oleh Allah, mulai dari perasaan hingga fisik dengan beragam jenis. Terhadap titipan itu juga dititipkan pesan-pesan tentang bagaimana memanfaatkannya agar tidak menghasilkan dosa dan kehancuran. Yang diharapkan adalah pemanfaatannya di jalan kebaikan. Namun sayangnya, banyak titipan itu disalahgunakan.

Misalnya, lisan yang dititipkan Allah kini banyak digunakan untuk menyebar kebencian terhadap sesama, mengajak orang banyak untuk benci-membenci, menyebar berita bohong, menciptakan pertengkaran, dan sebagainya. Padahal apa yang dilakukan itu tersebar begitu luas karena dibantu oleh media sosial yang semakin canggih di zaman sekarang. Suatu berita bohong bisa menyebar hingga jutaan orang hanya dalam beberapa menit, yang seharusnya ditakuti karena menggunungnya dosa.

Namun bukannya takut terhadap dosa, sebahagian orang malah menggemarinya dan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan harian. Tua-muda, kaya-miskin, pejabat-orang biasa, “menikmati” aliran dosa setiap hari.

Kenyataan ini bisa menjadi pertanda bahwa perlahan namun pasti iman sebahagian kita sudah semakin melemah. Bahkan proses pelemahannya sudah jauh beringsut ke kawasan orang-orang ingkar. Orang-orang yang beriman kuat akan berusaha menghindar dari perbuatan berdosa. Sebagaimana kata Nabi SAW, orang mukmin melihat dosanya bagaikan duduk di atas gunung yang akan menimpanya. Demikian menakutkan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved