Peralatan Medis Kurang Memadai, Khaleq dan Rahim Bayi Berkepala Dua di Yaman Meninggal Dunia

Bayi kembar siam berkepala dua yang ada di Yaman dilaporkan meninggal setelah tidak mendapat perawatan memadai.

Peralatan Medis Kurang Memadai, Khaleq dan Rahim Bayi Berkepala Dua di Yaman Meninggal Dunia
AFP/MOHAMMED HUWAIS
Bayi siam berjenis kelamin laki-laki, Abdel Khaleq dan Abdel Karim, berada di inkubator di rumah sakit di Sanaa pada Rabu (6/2/2019). (AFP/MOHAMMED HUWAIS) 

Konflik yang berawal dari terjungkalnya Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan infrastruktur.

Kolapsnya ekonomi membuat jutaan rakyat Yaman kelaparan.

Perundingan yang dipimpin PBB bertujuan menghasilkan gencatan senjata bagi kedua belah pihak.

Harapannya, blokade terhadap Bandara Sanaa dan Pelabuhan Hodeidah di Laut Merah bisa diakhiri sehingga bantuan kemanusiaan dapat masuk.

 Perang di Yaman membuat penduduk kesulitan mendapat kebutuhan pokok, termasuk akses kesehatan.

Kesukaran itu juga dihadapi oleh orangtua dan dokter di negara tersebut dalam menangani bayi kembar siam yang terjebak dalam satu tubuh.

Mereka membutuhkan bantuan segera untuk memperoleh bantuan perawatan di luar negeri.

Diwartakan BBC, Rabu (6/2/2019), Abdul Khaleq dan Abdul Rahim berusia dua pekan.

Keduanya diyakini tidak akan selamat jika terus berada di Yaman, di tengah perang saudara.

Mereka kini berada di rumah sakit Al-Thawra di Sana'a, yang kini dikuasai oleh kelompok pemberontak, Houthi.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved