Polisi Tetapkan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif sebagai Tersangka

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta, Jawa Tengah.

Polisi Tetapkan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif sebagai Tersangka
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif seusai diperiksa di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/2/2019). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) 

Slamet Ma'arif merupakan ketua umum kelompok yang beranggotakan para mantan peserta gerakan 2 Desember 2016 yang menuntut pemenjaraan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

Dalam acara Reuni 212 pada Desember 2018 lalu, calon presiden Prabowo Subianto tampak menghadirinya.

Kemudian, pada September 2018, Prabowo meneken kontrak politik dengan forum yang digagas kelompok 212.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif diperiksa lebih dari enam jam di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/2/2019), atas dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye di luar jadwal.

Pemeriksaan Slamet Ma'arif dimulai Kamis sekitar pukul 10.30 WIB-16.45 WIB.

Ada 57 pertanyaan yang diberikan penyidik Polresta Surakarta terhadap dirinya.

"Ada 57 pertanyaan yang diberikan kepada saya, dan saya jawab satu persatu," kata Slamet Ma'arif, sesuai diperiksa di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Pertanyaan yang diberikan penyidik kepada Slamet Ma'arif pertama tentang organisasi 212.

Kemudian, terkait isi ceramahnya dalam acara Tablig Akbar PA 212, Minggu (13/1/2019).

"Dan saya menyampaikan, bahwa saya hadir atas nama Ketua PA 212, sekaligus atas nama mubalig dan ulama yang diundang selaku pembicara. Dan saya sampaikan juga tentang isi dari beberapa tausiah kalimat saya," ungkap dia.

Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved