Rumah Rusak Bertambah

Jumlah rumah yang mengalami kerusakan bertambah, akibat angin puting beliung yang melanda Kampung Pante Raya

Rumah Rusak Bertambah
Serambi Indonesia
Detik-detik Puting Beliung di Lapangan Pacuan Kuda Bener Meriah 

* Akibat Puting Beliung di Bener Meriah

REDELONG - Jumlah rumah yang mengalami kerusakan bertambah, akibat angin puting beliung yang melanda Kampung Pante Raya dan Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu (9/2) sore. Data terkini, jumlah rumah yang rusak mencapai 21 unit, bertambah sebanyak delapan unit dari pendataan awal.

Bertambahnya rumah warga yang rusak itu masih masuk dalam katagori kerusakan ringan. Pasalnya, hanya beberapa seng milik warga yang terbawa angin. Minggu (10/2) kemarin, masyarakat di dua kampung itu juga telah memperbaiki rumah mereka dengan memasang kembali seng-seng yang terbawa oleh angin.

“Rumah rusak kembali bertambah sebanyak 8 unit, sehingga keseluruhannya yang rusak 21 rumah, termasuk di dalamnya satu meunasah,” ujar Reje Kampung Pante Raya, Ahmad Amin Z, kepada Serambi, Minggu (10/2).

Dari 21 rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung itu, kata dia, empat belas rumah berada di Kampung Wih Pesam, sedangkan tujuh unit lainnya berada di Kampung Pante Raya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 rumah dan satu rumah ibadah (Meunasah Al-Fitrah) di Dusun Wih Bengi, Desa Wih Pesam dan di Desa Panteraya, Kecamatan Wih Pesam, mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang melanda Sabtu (9/2) sore.

Tak ada korban jiwa maupun yang cedera dalam peristiwa itu, tapi kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 150 juta, terutama karena belasan rumah rusak atapnya.

Musibah tersebut juga ikut memadamkan aliran listrik karena ada beberapa kabel dari tiang listrik ke rumah warga yang terputus. Listrik baru menyala di atas pukul 21.00 WIB setelah diperbaiki oleh pihak PLN setempat.

Reje Kampung Pante Raya, Ahmad Amin Z, juga mengungkapkan bahwa hingga Minggu kemarin sudah tujuh rumah yang sudah diperbaiki, dengan memasang kembali seng-seng rumah penduduk. “Ada tujuh rumah yang sudah kita perbaiki tadi dengan kembali memasang seng rumah korban. Kita lakukan secara bergotong royong dengan partisipasi masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Ahmad Amin menjelaskan, rata-rata kerusakan rumah yang dialami berupa terlepasnya seng, namun seng tersebut masih layak dipakai. Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada warganya yang mengungsi.

“Tadi juga sudah diberikan bantuan masa panik oleh dinas terkait. Juga pemberian seng bagi tujuh rumah yang dianggap perlu mendapatkan bantuan seng,” ucapnya.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved