Salam

Terhadap Puting Beliung pun Kita Harus Siaga

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewartakan pada berita utama (headline) di halaman 1-nya tentang puting beliung

Terhadap Puting Beliung pun Kita Harus Siaga
IST
Detik-detik saat angin puting beliung menghantam Kabupaten Bener Meriah tempat permainan anak di lapangan pacuan kuda tradisional Sengeda

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewartakan pada berita utama (headline) di halaman 1-nya tentang puting beliung di Bener Meriah yang merusak 13 rumah plus satu meunasah.

Angin berputar pada porosnya itu melanda Kecamatan Wih Pesam pada Sabtu (9/2) pukul 17.10 WIB diawali dengan hujan gerimis dan awan gelap. Tiba-tiba angin yang bertekanan tinggi itu merusak atap rumah warga. Tujuh rumah berada di Desa Panteraya, enam lainnya di Desa Wih Pesam.

Sebuah meunasah di Desa Wih Pesam yakni Meunasah Alfitra juga rusak atapnya. Sedangkan di Desa Panteraya, dari tujuh rumah yang terdampak bencana, satu di antaranya malah lekang total atapnya, yakni rumah Jainal, seorang petani.

Angin yang kerap dijuluki “angin puyuh” ini memang tak sampai menimbulkan korban jiwa, cedera, atau pun pengungsian. Tapi total kerugiannya lumayan besar, ditaksir Rp 150 juta.

Bencana alam yang disebabkan puting beliung ini memang sangat perlu kita waspadai, mengingat di Aceh puting beliung tergolong sering terjadi, bahkan tahun 2018 lalu, puting beliung menempati peringkat kedua ranking bencana.

Dari 294 kali terjadi bencana di Aceh tahun lalu bencana yang paling banyak terjadi adalah kasus kebakaran di permukiman warga, mencapai 143 kali, disusul puting beliung 93 kali. Baru kemudian banjir genangan 90 kali serta kebakaran hutan dan lahan sebanyak 44 kali.

Sedangkan lokasi terjadinya puting beliung paling sering melanda Kota Sabang dan Aceh Besar disusul kabupaten yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, salah satunya adalah Bener Meriah.

Akibat yang ditimbulkan bencana di Aceh tahun 2018, antara lain, masyarakat yang terdampak bencana mencapai 30.763 KK (110.624 jiwa), pengungsi 10.754 (36.696 jiwa), korban meninggal 46 orang, dan luka-luka 33 orang.

Adapun kerugian akibat bencana paling banyak dialami oleh Aceh Utara, yakni Rp 239,5 miliar, disusul Aceh Tenggara Rp 81,9 miliar, Aceh Barat Rp 81,8 miliar, Aceh Besar Rp 68 miliar, dan Bener Meriah Rp 63,5 miliar.

Sebenarnya, kerugian akibat puting beliung dapat diminimalkan dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, misalnya, dengan memeriksa secara berkala kondisi atap rumah kita. Perkuat pakunya agar tidak rusak, lekang, atau bahkan tercerabut saat disedot angin puting beliung.

Selain itu, hindari pula membesarkan pohon berakar serabut di dekat rumah karena akan menjadi mangsa yang empuk bagi puting beliung. Terakhir, waspadai gejala-gejala datangnya puting beliung. Di antaranya saat pohon terlihat bergoyang kuat, malam sebelumnya cuaca gerah, dan di angkasa terdapat awan hitam atau kumulonimbus. Semoga semua kita terhindar dari berbagai marabahaya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved