Turki Kecam Perlakuan China kepada Muslim Uighur, Disebut Jadi Sasaran Penyiksaan dan Cuci Otak

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy, Turki menilai komunitas Muslim itu menjadi sasaran penyiksaan dan cuci otak.

Turki Kecam Perlakuan China kepada Muslim Uighur, Disebut Jadi Sasaran Penyiksaan dan Cuci Otak
AFP PHOTO / GREG BAKER
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan. (AFP PHOTO / GREG BAKER) 

"Insiden tragis ini semakin memperkuat reaksi publik Turki terhadap pelanggaran HAM yang serius di wilayah Xinjiang," ujarnya.

Pemerintah Turki meminta komunitas internasional dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengambil langkah efektif guna mengakhiri tragedi kemanusiaan di Xinjiang.

Sejauh ini, sebagian negara Muslim di dunia belum vokal tentang masalah tersebut, termasuk mengkritik pemerintah China yang merupakan mitra dagang penting.

Pemerintah China menilai pusat pendidikan kejuruan bagi Muslim Uighur merupakan kebijakan untuk membantu menghindari terorisme.

Dengan begitu, mereka dapat diintegrasikan kembali ke dalam masyarakat.

Di sisi lain, para kritikus menyebut, China berusaha mengasimilasi populasi minoritas dan menekan praktik agama serta budaya yang bertentangan.

China Rilis Video Musisi Muslim Uighur yang Dikabarkan Tewas

Abdurehim Heyit dalam video yang dirilis China bertanggal 10 Februari 2019. Heyit merupakan musisi Muslim Uighur yang dikabarkan tewas di kamp penahanan.(CRI via BBC)
Abdurehim Heyit dalam video yang dirilis China bertanggal 10 Februari 2019. Heyit merupakan musisi Muslim Uighur yang dikabarkan tewas di kamp penahanan.(CRI via BBC) 

Media pemerintah China dilaporkan merilis video seorang musisi Muslim Uighur yang dikabarkan tewas di kamp penahanan.

Dirilis oleh Radio Internasional China berbahasa Turki (CRI Turkce), video tersebut merupakan tanggapan atas tuduhan pemerintah Turki.

Dilansir SBS Minggu (10/2/2019), dalam video berdurasi 25 detik itu, Abdurehim Heyit berkata saat ini dia tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran hukum nasional.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved