Turki Kecam Perlakuan China kepada Muslim Uighur, Disebut Jadi Sasaran Penyiksaan dan Cuci Otak

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy, Turki menilai komunitas Muslim itu menjadi sasaran penyiksaan dan cuci otak.

Turki Kecam Perlakuan China kepada Muslim Uighur, Disebut Jadi Sasaran Penyiksaan dan Cuci Otak
AFP PHOTO / GREG BAKER
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan. (AFP PHOTO / GREG BAKER) 

"Saat ini saya berada dalam kondisi sehat dan tidak mengalami penyiksaan," kata Heyit yang mengenakan pakaian kotak-kotak itu.

Dikutip BBC, Beijing menyebut kritikan yang dialamatkan Turki kepada mereka merupakan pernyataan yang tidak mempunyai dasar.

Nury Turkel, Ketua Proyek HAM Uighur mempertanyakan keaslian video itu dan menjelaskan ada sejumlah aspek di video yang terlihat "mencurigakan".

Pernyataan yang sama dilontarkan Otkur Arslan dari organisasi Bantuan Uighur.

Dia mengatakan besar kemungkinan Heyit berada dalam tekanan.

"Heyit berkata dia tengah diinvestigasi. Namun laporan sebelumnya menyatakan dia sudah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara," kata Arslan.

Melalui kicauannya di Twitter, Arslan mengungkapkan ada jeda ketika Heyit hendak mengucapkan tanggal, dan terdengar suara pukulan.

Heyit merupakan penyair sekaligus pemain Dutar, alat musik dua senar yang sangat sulit untuk dikuasai.

Awalnya, dia merupakan seniman terhormat di China.

Penahanan Heyit terjadi setelah dia membawakan lagu berjudul Ayah yang liriknya diambil dari puisi Uighur tentang seruan generasi muda agar menghormati pengorbanan leluhur.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved