Eks Keuchik Demo Kantor Bupati

Para mantan keuchik, mahasiswa, dan sejumlah warga melancarkan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Nagan Raya

Eks Keuchik Demo Kantor Bupati
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
PARA mantan keuchik yang dipecat bersama warga dan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mantan Keuchik Menuntut Keadilan (AKAN), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Nagan Raya, Selasa (12/2). 

* Minta Cabut Surat Pemberhentian

SUKA MAKMUE - Para mantan keuchik, mahasiswa, dan sejumlah warga melancarkan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Nagan Raya, Selasa (12/2), di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Peserta aksi memprotes pemberhentian keuchik dan menuntut bupati agar surat pemberhentian tersebut dicabut.

Orasi dilakukan secara bergantian, mulai dari mantan keuchik hingga mahasiswa. Mereka menuntut bupati mengembalikan jabatan keuchik yang telah dipecat tersebut dan meminta alasan pemecatan.

Dalam kesempatan tersebut, para mantan keuchik sebagai delegasi dari peserta aksi diterima langsung oleh Sekda Nagan Raya TR Johari didamping oleh asisten I, II, dan II, pihak kepolisian, dan jaksa di Aula Sekdakab.

Dermawan, salah satu peserta aksi membacakan tuntutan dalam aksi tersebut, di antaranya pernyataan keberatan terhadap keputusan bupati tentang pemberhentian dan pengangkatan keuchik gampong. Dia meminta agar surat pemberhentian tersebut dicabut dan ditinjau kembali.

“Kita meminta kejelasan dari Bapak Bupati apa alasan beliau memecat kami. Sejauh ini saya tidak tahu apa kesalahan yang sudah saya lakukan selama ini. Kami di sini mencari keadilan, jangan pecat kami semena-mena,” ujar R Medi TS, mantan Keuchik Pulo Ie, Kecamatan Kuala, yang ikut dipecat oleh Bupati.

Sementara itu, Koodinator Aksi, Sahababuddin, yang juga mantan Keuchik Simpang Peut, Kecamatan Kuala, mengatakan, aksi yang mereka lakukan hanya menginginkan berjumpa dengan Bupati Nagan Raya M Jamin Idham secara langsung untuk menanyakan alasan pemecatan, namun sayang bupati tidak berada di tempat pada hari itu.

“Kami datang kemari ingin mengetahui apa penyebab sebenarnya, sehingga keuchik-keuchik telah dipecat oleh bupati. Jika masalah kami tidak diselesaikan dengan cara administrasi dan undang-undang yang berlaku, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi ke depan,” ujar Sahabuddin.

Sementara itu, Sekda Nagan Raya, TR Johari yang menerima para delegasi aksi tersebut menegaskan, keputusan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Nagan Raya tidak dapat dicabut kembali. Namun jika para mantan keuchik menginginkan perubahan terhadap keputusan yang sudah dikeluarkan tersebut, diminta untuk menempuh jalur hukum sesuai dengan aturan yang ada.

“Setiap keuchik yang telah diberhentikan itu tentu ada alasan yang kuat dan pemerintah tidak semena-mena melakukan hal itu. Sebab, pasti melalui proses panjang yang sebelumnya diusulkan oleh para warga dan rekomendasi oleh camat di kecamatan masing-masing,” jelas TR Johari.

Menurut Sekda, salah satu alasan pemberhentian tersebut, karena adanya temuan inspektorat di sejumlah desa. Juga ada faktor lainnya yang siap untuk dipertanggungjawabkan sesuai dengan bukti yang ada dan dilakukan oleh sebagian oknum keuchik. “Saya tegaskan sekali lagi, jika ada mantan keuchik yang keberatan dengan keputusan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Nagan Raya terhadap pemberhentian dari jabatan keuchik, silakan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, terkait hal tersebut pihaknya juga akan segera memberikan laporan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. Sesuai dengan keinginan para mantan keuchik yang meminta kejelasan mengapa diberhentikan, kata dia, semua temuan dari hasil audit inspektorat akan dilimpahkan kepada penegak hukum supaya lebih jelas.

Sekda dalam kesempatan itu ikut memanggil Kepala Inspektorat untuk memberikan penjelasan sejumlah kesalahan keuchik sehingga dipecat, namun sebagian mantan keuchik meminta agar masalah tersebut tidak dipaparkan di forum itu, melainkan dalam pertemuan khusus nantinya. Inspektorat pun tak jadi mengungkapkan.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved