Jangan Pernah Paksakan Anak Masuk SD Jika Belum Matang

Ketua Asosiasi Pendidikan Guru (APG) Paud Dr Sofia Hartati mengatakan, kematangan harus menjadi perhatian utama.

Jangan Pernah Paksakan Anak Masuk SD Jika Belum Matang
Shutterstock
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Sudah menjadi hal umum jika orangtua seolah berlomba-lomba memaksakan anak masuk ke jenjang sekolah dasar (SD), meski tak jarang anak belum cukup usia.

Usia yang dianjurkan pemerintah untuk memulai jenjang pendidikan dasar adalah tujuh tahun.

Bukan tanpa sebab. Di usia itu, anak dianggap sudah matang, dari segi fisik, mental, dan pola pikir.

Ketua Asosiasi Pendidikan Guru (APG) Paud Dr Sofia Hartati mengatakan, kematangan harus menjadi perhatian utama.

Baca: Kobar GB Minta Penetapan Sekolah Tertinggal di Abdya Dievaluasi, tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Karena, saat anak bergabung ke sekolah dasar, kematangan sangat penting, sehingga anak tidak merasa terpaksa.

Di sekolah, selain akan berteman dengan komunitas lebih besar, ada beberapa pengenalan konsep yang membutuhkan daya pikir, dan nalar yang kuat.

Sebut saja, misalnya, anak harus menulis, membaca, hingga berhitung.

“Jika (saat sekolah), fungsi-fungsi kognitif dan psikis belum matang, justru ini bahaya sekali,” kata Sofia kepada Kompas.com, Jakarta, Sabtu (5/5/2018) lalu.

Baca: Jumlah Utang Amerika Serikat Membengkak, Hampir 60 Kali Lipat Lebih Besar dari Utang Indonesia

Salah satu dampak yang bisa didapat adalah frustasi, hingga tidak bisa mengikuti pembelajaran, baik menulis, baca atau pun berhitung.

Jika kepercayaan diri rusak, maka akan sulit diperbaiki. Bahkan, katanya, bisa sampai terbawa hingga lulus SD.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved