Kobar GB Minta Penetapan Sekolah Tertinggal di Abdya Dievaluasi, tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menilai penetepan sekolah tertinggal dan sekolah sangat tertinggal di Abdya

Kobar GB Minta Penetapan Sekolah Tertinggal di Abdya Dievaluasi, tidak Sesuai Fakta di Lapangan
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
ILUSTRASI -- Pasca kebakaran gedung SDN Ladang Tuha Satu, Lembah Sabil, Abdya paad 26 Juni lalu, puluhan murid harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras Masjid At-Taqwa, tidak jauh dari lokasi sekolah yang sudah rata dengan tanah. Foto direkam, Selasa (16/7). 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menilai penetepan sekolah tertinggal dan sekolah sangat tertinggal di Abdya tidak sesuai fakta di lapangan.

"Data ini harus dievaluasi, karena ini sangat berimbas kualitas guru dalam proses belajar dan mengajar," ujar Ketua Kobar GB Abdya, Rusli kepada Serambinews.com, Rabu (13/2/2019).

Karena, katanya, guru yang mengajar di sekolah tertinggal dan sekolah sangat tertinggal itu diberikan honor atau tunjangan lebih berupa honor untuk guru garis depan terluar, terdepan, dan tertinggal (GGD 3T).

Baca: Kobar-GB Sebut Rp 2 Miliar Jerih Guru Honor di Pijay belum Dibayar, Ini Penjelasan Disdik

"Jika data sekolahnya salah, penerima honornya pun salah," sebut iliek sapaan akrab Rusli.

Karena, katanya, fakta di lapangan, sekolah yang jauh masuk ke pedalaman, tidak masuk dalam SK sekolah tertinggal maupun sekolah sangat tertinggal. Sementara, sekolah yang berada di pinggir jalan, dianggap sekolah tertinggal.

"Ini kan tidak adil, dan melukai hati guru yang di pedalaman,," sebutnya.

Baca: Kobar GB Abdya Temukan Tenaga Kontrak Jadi Wakil Kepala SMKN

Padahal, kata Iliek, peran guru di desa terpencil dengan guru di kota-kota tidak jauh berbeda, malahan cenderung lebih keras kerja mereka yang di pedalaman, dengan berbagai rintangan, tantangan serta semua keterbatasan masyarakat menilai akan pentingnya pendidikan.

Untuk itu, Rusli berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya bisa mengevaluasi ulang penetapan sekolah sangat terpencil dan sangat terpencil tersebut.

Baca: Kobar GB Polisikan Pemkab Aceh Utara

"Karena, selama ini guru yang berada di pedalaman itu mereka sangat ikhlas bekerja, tanpa mengharap dibayar lebih. Harusnya, ketika ada uang seperti ini, jangan pula hak mereka diambil orang lain," katanya.

"Ini perlu direspon cepat, sebelum persoalan ini berdampak luas," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved