Pidie Bangun Jembatan dan Jalan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan segera membangun sembilan jembatan yang tersebar di delapan kecamatan

Pidie Bangun Jembatan dan Jalan
SERAMBI/M NAZAR
Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik menyerahkan pagu indikatif dana gampong yang total Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun 2019 sekitar Rp 612,78 miliar diterima keuchik di GOR Alun-alun Sigli, Selasa (12/2). 

* Bersumber dari DOKA 2019

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan segera membangun sembilan jembatan yang tersebar di delapan kecamatan pada tahun 2019 ini. Pembangunan sarana publik itu bersumber dari dana otonomi khusus Aceh (DOKA) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 18,3 miliar, namun belum ditender oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie

Kepala Bidang (Kabid) Bina Program PUPR Pidie, T Makhriza ST MT, kepada Serambi, Selasa (12/2) mengatakan proses tender akan segera dilaksanakan. Disebutkan, untuk tujuh jembatan sebesar Rp 17,1 miliar di Kecamatan Sakti, Batee, Delima, Mane, Mutiara dan Simpang Tiga dan Rp 1,2 miliar di Padang Tiji, Batee dan Glumpang Tiga.

Dikatakan di Kecamatan Batee akan dibangun dua jembatan dengan besaran dana satu jembatan dari Rp 120 juta sampai Rp 7 miliar. Makhrizal menyebutkan untuk memperbaiki jembatan yang rusak atau rehab sebanyak 14 unit dengan anggaran Rp 1,6 miliar di Padang Tiji, Sakti, Keumala, Mutiara, Mutiara Timur, Simpang Tiga, Indrajaya, Sakti, Kembang Tanjong, Glumpang Tiga dan Pidie.

“Saat ini proses tender masih dalam tahap persiapan dokumen pelelangan dan direncanakan akan ditender pada Maret atau April 2019 ini,” sebutnya. Tetapi, untuk proyek dana Otsus dilaksanakan tender pada Mei, karena saat ini harus dilakukan perencanaan lebih dahulu.

Dia menambahkan juga akan dibangun proyek peningkatan jalan dengan anggaran Rp 26,5 miliar di Kecamatan Tangse, Titeu-Keumala, Indrajaya, Sakti dan ruas jalan di Kecamatan Pidie. Dia menjelaskan peningkatan jalan menjadi prioritas, karena menghubungkan jalan nasiona dengan jalan provinsi.

Dikatakan, untuk proyek irigasi juga akan dibangun dengan anggaran Rp 7 miliar. Proyek tersebut dibangun di Kecamatan Mane, Padang Tiji, Muara Tiga, Keumala dan Kecamatan Batee untuk mengairi area sawah sekitar 1.000 hektare.

“Proyek jalan dan irigasi bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) belum dilakukan proses tender. Kemungkinan proyek DAK tersebut akan dilaksanakan pada pertengahan Februari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga Senin (11/2) atau minggu kedua bulan Februari 2019 ini, lelang proyek di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pidie masih minim.

Berdasarkan data diperoleh dari Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setdakab Pidie, Senin (11/2) jumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) menginput dan mempublikasi paket proyek baru empat SKPK. Keempatnya adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro dan Sekretariat Kabupaten (Setdakab).

Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setdakab Pidie, Buchari AP MSi, Senin (11/2) mengatakan, persoalan masih minim pelelangan ini disebabkan faktor perubahan aplikasi sistem rencana umum pengadaan.

Sehingga, tenaga admin di setiap SKPK diberi pelatihan lebih dahulu. “Perubahan ini berdampak petugas admin kemungkinan perlu waktu tambahan menginput memasukkan satu per satu item paket di instansi itu,” jelas Buchari.

Meskipun begitu, melalui surat diteken Bupati Pidie, Roni Ahmad sudah dikirim ke semua SKPK untuk segera mengumumkan data proyek di aplikasi LPSE. “Kita imbau supaya SKPK yang belum segera mempublish Rencana Umum Pengadaan (RUP). Hal ini guna memudahkan masyarakat mengetahui informasi itu,” pungkas Kabag PBJ pengadaan barang dan jasa Setdakab Pidie, Buchari AP MSi.(naz/aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved