Respons Presiden, Pejabat Aceh Ramai ke Sikundo

VIDEO tentang prihatinnya kondisi kehidupan penduduk Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat

Respons Presiden, Pejabat Aceh Ramai ke Sikundo
SERAMBI/RIZWAN
MOBIL melintasi jalan yang berlumpur menuju lokasi objek wisata Tugu Teuku Umar dan Tugu Prasamya di Ujong Kalak, Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (10/2). 

Wanita-wanita hamil di desa ini ketika usia kandungan sudah delapan bulan, maka mereka harus mengungsi ke desa lain yang lebih dekat ke pusat Kecamatan Pante Ceureumen. Soalnya selama ini di Desa Sikundo belum memiliki pos kesehatan sebagai pusat pelayanan kesehatan penduduk.

Anak-anak di desa ini pun harus menetap ke Desa Jambak yang merupakan desa tetangga. Desa Jambak dengan Sikundo berjarak 6 kilometer. “Selama ini anak-anak kami sekolah di Jambak. Harapan kami ke depan SD Sikundo yang sudah lama tidak berfungsi bisa kembali difungsikan. Pejabat dari pemkab pun yang turun pekan lalu berjanji bahwa tahun depan sekolah akan dibenahi, ya harapan kami bisa terealisasi,” harap Jauhari.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat dan PLN Aceh pun memastikan listrik pada tahun 2019 masuk ke Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. “Kami targetkan pada bulan Juni 2019 sudah dialiri listrik di Sikundo ini,” kata Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Meulaboh, Ediwan di depan masyarakat Desa Sikundo, Selasa (12/2).

Selain Jembatan Sikundo yang dibangun dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada tahun 2018 pemerintah juga membangun tiga jembatan gantung lainnya dengan dana APBN, yakni Jembatan Gantung Pante Kala di Aceh Barat Daya, Jembatan Gantung Tanjong Dalam, dan Jembatan Gunung Salak (?) di Kabupaten Aceh Utara.

Sepanjang 2015-2018, pemerintah melalui Kementerian PUPR telah membangun 164 jembatan gantung di seluruh Indonesia. Bahkan tahun ini, rencananya akan dibangun lagi 166 unit jembatan gantung di berbagai pelosok di Tanah Air.

Klarifikasi Nova
Selain komentar Presiden Jokowi, berita seputar jembatan seutas kabel Sikundo ini sempat membuat heboh jagat maya beberapa hari lalu. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sampai perlu memberikan klarifikasi terhadap sebuah video yang ditayangkan di televisi nasional, beberapa hari lalu. Melalui akun Twitternya, @niriansyah, Plt Gubernur Aceh menyatakan bahwa video yang ditayangkan salah satu stasiun nasional tentang jembatan Sikundo itu diliput pada 2017.

Menurutnya, jembatan kabel Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat sudah dibangun menjadi jembatan gantung pada 2018. “Bapak, Ibu, Saudara sekalian, mohon maaf, saya harus mengingatkan bahwa ini video berita lama. Di lokasi Sikundo sudah dibangun jembatan baru tahun 2018. Terima kasih,” cuit Nova.

Suitan Nova ini pun mendapat sentilan dari sejumlah pengguna twitter. Para netizen meminta politikus Partai Demokrat itu tidak mudah percaya pada laporan bawahannya, melainkan perlu turun langsung ke lapangan, untuk mengecek kondisi yang sebenarnya. (rizwan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved