Sopir L-300 Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuh

Sopir angkutan umum minibus L-300 BL 8386 NP berinisial Fak (53), warga Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan

Sopir L-300 Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuh
IST
GUGUN HARDI GUNAWAN, Kapolres Bireuen

BIREUEN - Sopir angkutan umum minibus L-300 BL 8386 NP berinisial Fak (53), warga Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Bireuen yang menabrak pengendara sepeda motor, Amrizal (40) warga Jangka Masjid, Kecamatan Jangka, Bireuen, pada Minggu (10/2) sekitar pukul 14.30 WIB, ditetapkan sebagai tersangka pembunuh. Langkah itu dilakukan polisi setelah memeriksa sejumlah saksi dan menggelar rekonstruksi ulang tabrakan yang terjadi di kawasan Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Senin (11/2) sore.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Serambi, kemarin, mengatakan, hasil rekonstruksi ulang yang ikut disaksikan para saksi dan tim penyidik Polres Bireuen, kuat dugaan tabrakan tersebut adalah perbuatan disengaja oleh pelaku. “Perbuatan sengaja yang dilakukan tersangka dikategorikan sebagai delik pembunuhan dengan kejadian tabrakan,” ujarnya.

Sebelum diadakan rekonstruksi, menurut Iptu Eko Rendi, tim penyidik sudah memintai keterangan para penumpang angkutan umum tersebut dan warga setempat yang saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi tabrakan. Untuk menguatkan dugaan itu dan supaya proses penetapan tersangka tak berlarut-larut, maka dilakukanlah rekonstruksi ulang dengan menghadirkan sopir tersebut.

Setelah selesai rekonstruksi pada Senin (11/2) sore, sambung Kasat Reskrim, Fak langsung ditetapkan tersangka. Ia dijerat melanggar pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Berkas kasus ini sedang disusun agar bisa segera dilimpahkan ke Kajari Bireuen untuk proses lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama SH.

Seperti diberitakan kemarin, Fak (53) diduga sengaja menabrak Amrizal (40) pada Minggu (10/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, L-300 yang disopiri Fak diduga menyerempet sepmor Supra BL 3243 UL yang dikendarai Amrizal. Tanpa merasa bersalah, Fak tetap melajukan kendaraannya. Amrizal yang tak terima dicueki seperti itu, lalu mengejar L-300 tersebut. Setelah berhasil disusul dan tiba pada salah satu tikungan di Desa Kubu, Amrizal turun dari sepmor dan memarkirnya di pinggir jalan.

Dengan penuh percaya diri Amrizal melangkah ke tengah jalan dan meminta sopir minibus itu menghentikan kendaraannya. Fak terlihat memperlambat laju mobil dan berhenti sejenak, seolah mengikuti instruksi Amrizal. Tapi, tampaknya itu hanya taktik saja. Buktinya, begitu Amrizal mendekat ke arah L-300 tersebut, Fak langsung tancap gas dan menabrak Amrizal yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Karena jaraknya sudah sangat dekat, Amrizal tak sempat menghindar dan ia akhirnya menjadi korban kenekatan Fak. Tubuhnya tersungkur di jalan. Setelah kejadian itu korban dilarikan ke Rumah Sakit Fauziah Bireuen. Namun, setibanya di rumah sakit nyawa korban tak tertolong. Setelah divisum, jasad korban dibawa pulang ke rumahnya untuk dimakamkan. Sdangkan sopir yang diduga sengaja menabrak korban ditahan di Mapolsek Peusangan kemudian dibawa ke Polres Bireuen untuk proses lebih lanjut.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved